banner 728x250

Candaan Infantino Soal Fans Inggris Picu Sindiran, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24times — Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sasaran kritik setelah membela kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026, sekaligus melontarkan candaan terkait perilaku suporter Inggris dalam sebuah forum internasional.

Berbicara di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Infantino mengaku FIFA telah “dibanjiri kritik” menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun alih-alih meredam polemik, pernyataannya justru memancing reaksi keras dari kelompok suporter.

Example 300x600

Dalam pidatonya, Infantino menyinggung pengalaman Piala Dunia 2022 di Qatar, yang menurutnya awalnya juga dipenuhi kekhawatiran dan kritik tajam.

“Ketika bola mulai bergulir dan keajaiban sepak bola dimulai, praktis tidak ada insiden. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak ada satu pun warga Inggris yang ditangkap selama Piala Dunia. Bayangkan! Ini sesuatu yang benar-benar sangat spesial,” ujar Infantino, dikutip dari The Guardian, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan bahwa Piala Dunia selalu menjadi ajang perayaan global, bukan sekadar turnamen olahraga.

“Ini sebuah pesta. Orang-orang ingin berkumpul, menghabiskan waktu bersama, dan merayakan. Itulah yang ingin kami hadirkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko,” katanya.

Namun pernyataan tersebut justru memicu sindiran balik dari Football Supporters’ Association (FSA). Kelompok suporter Inggris itu menilai Infantino seharusnya lebih fokus pada aksesibilitas tiket ketimbang melontarkan candaan.

“Daripada bercanda soal suporter kami, lebih baik ia memikirkan bagaimana menyediakan tiket yang terjangkau,” tulis FSA dalam pernyataan resminya.

Isu harga tiket memang menjadi sumber utama kemarahan publik. FIFA mengungkapkan bahwa lebih dari 500 juta permintaan tiket masuk pada periode pendaftaran terakhir yang ditutup 13 Januari lalu. Namun angka fantastis itu kontras dengan harga yang dianggap tidak masuk akal.

Tiket kategori termurah kedua untuk laga final Piala Dunia 2026 dipatok US$4.185 atau sekitar Rp65 juta, sementara tiket kategori paling murah US$40 hanya tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas.

“Tiket memang tidak murah,” aku Infantino.

Ia menyebut kritik paling keras datang dari Jerman dan Inggris, meski kedua negara itu justru masuk dalam tiga besar peminat tiket.

“Negara dengan permintaan tiket nomor satu adalah Amerika Serikat. Nomor dua Jerman, nomor tiga Inggris. Jadi jelas, semua orang ingin datang dan menjadi bagian dari ini,” ujarnya.

Infantino bahkan mengklaim Piala Dunia 2026 akan menjadi “perayaan terbesar umat manusia”, seraya menyebut skala permintaan tiket sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dalam 100 tahun sejarah Piala Dunia, FIFA menjual sekitar 50 juta tiket. Untuk turnamen ini, hanya dalam empat minggu, kami menerima permintaan setara dengan 1.000 tahun Piala Dunia,” katanya.

Meski demikian, FIFA hingga kini belum merinci distribusi permintaan tiket untuk 104 pertandingan maupun per kategori harga. Infantino hanya memastikan satu hal.

“Setiap pertandingan akan terjual habis,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa melalui platform penjualan ulang resmi FIFA, tiket berpotensi kembali dijual dengan harga yang lebih mahal.

“Ini menunjukkan dampak besar turnamen ini,” lanjutnya.

Di sisi lain, Infantino membantah kekhawatiran bahwa suporter dari negara tertentu akan dilarang masuk ke Amerika Serikat. Meski demikian, ia mengakui bahwa penonton dari negara seperti Haiti, Iran, dan Senegal kemungkinan akan menghadapi kendala visa.

“Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menyambut dunia. Itulah yang kami nantikan,” pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *