banner 728x250

Wujudkan Reformasi Birokrasi Desa, Camat Pulosari Kawal Ketat Seleksi Perangkat Desa Berbasis CAT

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG, Liputan24times–– Camat Pulosari, Agus Mulyadi, S.IP., M.M., menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan profesional. Hal ini dibuktikan melalui penerapan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi perangkat desa yang digelar serentak di wilayah Kecamatan Pulosari, Kamis (25/12/2024).

Langkah berani ini diambil Agus Mulyadi untuk memastikan bahwa pengisian jabatan perangkat di Desa Siremeng, Desa Batursari, dan Desa Karangsari benar-benar didasarkan pada kompetensi, bukan kedekatan personal atau praktik nepotisme.

Example 300x600

Agus menegaskan bahwa integritas adalah harga mati dalam proses rekrutmen ini. Ia terjun langsung memastikan seluruh tahapan teknis berjalan tanpa celah manipulasi. Salah satu terobosan yang ditekankannya adalah sterilisasi penyusunan soal yang dilakukan sesaat sebelum ujian dimulai.
“Kami menjamin tidak ada kebocoran soal. Penyusunan materi dilakukan oleh personel khusus di ruang steril, minimal satu jam sebelum ujian dimulai. Perangkat teknologi seperti laptop dan flashdisk juga telah melalui proses sterilisasi total,” tegas Agus di sela-sela peninjauan lokasi ujian.

Menurutnya, penggunaan metode CAT merupakan jaminan akuntabilitas publik. Dengan sistem ini, hasil ujian peserta dapat dipantau secara langsung (real-time) segera setelah tes berakhir, sehingga menutup ruang bagi pihak mana pun yang ingin mengubah hasil nilai.

Dari total 30 pendaftar awal, kini tersisa 13 kandidat terbaik yang memperebutkan posisi perangkat desa. Camat Pulosari menekankan bahwa tantangan desa ke depan semakin kompleks, terutama dalam hal pelayanan publik berbasis digital.
“Harapan saya, perangkat desa yang terpilih nanti tidak hanya handal secara administrasi, tetapi juga cakap teknologi. Era digital menuntut kita bergerak cepat, dan itu dimulai dari SDM perangkat desa yang berkualitas,” tambahnya.

Terkait potensi nilai imbang (draw), Agus Mulyadi juga telah menginstruksikan panitia untuk bersikap transparan. Berdasarkan kesepakatan bersama, jika terjadi skor yang sama, penentuan pemenang akan diambil dari nilai kumulatif sejak tahap awal seleksi. Hal ini dilakukan untuk menghargai konsistensi performa peserta selama proses penyaringan.

Melalui kepemimpinan yang tegas dan inovatif ini, Camat Pulosari berharap proses seleksi ini menjadi standar baru (benchmark) bagi desa-desa lain di Kabupaten Pemalang dalam menjaring aparatur yang berintegritas dan siap melayani masyarakat.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *