Jelang Mudik Lebaran 2026, DPU TR Pemalang Kebut Penambalan Jalan Berlubang

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG Liputan24times– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TR) Kabupaten Pemalang mulai tancap gas memperbaiki sejumlah ruas jalan strategis. Langkah percepatan ini dilakukan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan pemudik yang akan melintasi wilayah Pemalang pada Hari Raya Idulfitri 2026.

​Kepala Bidang Bina Marga DPU TR Pemalang, Yuniar Teguh Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik rawan kerusakan sejak awal tahun. Fokus utama saat ini adalah penanganan darurat pada jalur dengan volume lalu lintas tinggi.

Example 300x600

​Penanganan Cepat Melalui Swakelola

​Untuk mengejar waktu sebelum arus mudik tiba, DPU TR mengandalkan sistem swakelola bersama Unit Jalan dan Irigasi (UJI). Tim di lapangan bergerak menyisir lubang jalan dan melakukan penambalan secara langsung.​

“Kami sudah mengidentifikasi ruas jalan yang berpotensi padat aktivitas saat mudik. Untuk jalan berlubang atau rusak ringan, langsung kami lakukan penambalan bersama teman-teman UJI,” jelas Yuniar dalam keterangannya baru-baru ini.

​Beberapa titik di wilayah perkotaan yang telah rampung ditangani antara lain:

  • ​Jalur Terminal Pemalang menuju Pasar Pagi.
  • ​Ruas jalan di depan Stasiun Pemalang.
  • ​Sejumlah titik strategis lainnya di pusat Kota Pemalang.

​Sebaran Perbaikan di 14 Kecamatan

​Tak hanya di pusat kota, penanganan juga menyasar wilayah selatan hingga pesisir. Sebanyak delapan Unit Jalan dan Irigasi dikerahkan untuk menjaga kondisi jalan kabupaten di 14 kecamatan tetap fungsional.

​Beberapa jalur penghubung yang masuk dalam daftar pemeliharaan rutin meliputi:

  1. Wilayah Kota: Jalan Sindoro.
  2. Wilayah Selatan: Ruas Kebondalem–Caur dan Karangsari–Pulosari.
  3. Wilayah Timur (Petarukan): Ruas Iser–Kendaldoyong, Widodaren–Karangasem, dan Petarukan–Gondang.

​Rekonstruksi Besar Setelah Lebaran

​Mengingat padatnya mobilitas warga saat hari raya, DPU TR memutuskan untuk menunda pekerjaan konstruksi skala besar. Hal ini dilakukan agar material atau alat berat tidak menghambat arus lalu lintas.

​”Untuk sementara, fokus kami adalah penanganan darurat penutupan lubang agar jalan aman dilalui. Sedangkan untuk rekonstruksi atau pemeliharaan yang lebih besar, kami upayakan dilaksanakan setelah Lebaran,” pungkas Yuniar.

​Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di area yang sedang dalam masa perbaikan, demi kelancaran bersama menuju hari kemenangan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *