Liputan24Times — OpenAI dikabarkan semakin serius memasuki pasar smartphone lewat pengembangan ponsel AI berbasis ChatGPT.
Bocoran terbaru dari analis teknologi Ming-Chi Kuo menyebut perangkat tersebut berpotensi masuk tahap produksi massal pada paruh pertama 2027.
Percepatan jadwal produksi itu muncul seiring meningkatnya tren AI phone di industri teknologi global.
Jika proyek berjalan lancar, OpenAI diperkirakan mampu mengirim hingga 30 juta unit perangkat dalam periode 2027 sampai 2028.
Berbeda dari smartphone biasa, perangkat ini disebut mengusung konsep “AI-first phone”.
OpenAI merancang sistemnya dengan kecerdasan buatan sebagai pusat pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur tambahan.
Ponsel tersebut kabarnya akan memakai teknologi agentic AI yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai tugas hanya lewat perintah suara atau teks tanpa perlu membuka aplikasi satu per satu.
Dari sisi hardware, perangkat ini diperkirakan menggunakan chipset MediaTek Dimensity versi khusus dengan dukungan dual-NPU untuk memaksimalkan pemrosesan AI.
OpenAI juga disebut menyiapkan RAM LPDDR6, penyimpanan UFS 5.0, serta fitur keamanan tingkat tinggi.
Kemampuan kamera juga menjadi perhatian utama.
Sistem kamera perangkat ini kabarnya mampu membantu AI memahami lingkungan sekitar pengguna secara real-time melalui teknologi HDR khusus.
Meski berbagai bocoran mulai bermunculan, OpenAI hingga kini masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait keberadaan ponsel AI tersebut.



















