Liputan24Times — GitLab mulai melakukan restrukturisasi bisnis dengan memangkas jumlah karyawan untuk memperkuat pengembangan teknologi AI di perusahaannya dikutip dari The Sun Minggu, (17/5/2026).
CEO GitLab, Bill Staples, mengatakan langkah tersebut bukan sekadar efisiensi biaya, melainkan bagian dari transformasi perusahaan menuju platform pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
GitLab akan mengalihkan dana hasil penghematan untuk memperkuat infrastruktur AI, sistem CI/CD, API agen AI, serta teknologi pengembangan software modern lainnya.
Perusahaan juga merampingkan struktur organisasi karena terlalu banyak lapisan manajemen dinilai memperlambat pengambilan keputusan.
Selain itu, GitLab berencana mengurangi operasional tim kecil di sejumlah negara.
Saat ini perusahaan diketahui beroperasi di sekitar 60 negara dengan total sekitar 1.800 karyawan.
Restrukturisasi tersebut berlangsung di tengah tekanan bisnis akibat perlambatan pertumbuhan pelanggan dan meningkatnya persaingan platform AI di industri teknologi global.



















