Liputan24Times – Industri game kompetitif kini semakin menarik perhatian generasi muda.
Banyak anak muda, khususnya Generasi Z, mulai melihat dunia e-sports sebagai jalur karier yang serius dan memiliki masa depan menjanjikan.
Meski popularitas e-sports terus meningkat, sebagian besar orangtua masih meragukan profesi gamer profesional sebagai pekerjaan yang stabil untuk jangka panjang.
Temuan tersebut muncul dalam survei global Logitech G PRO Series Survey yang melibatkan sekitar 18.000 responden dari 12 negara, termasuk Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jerman, hingga Australia.
Hasil survei menunjukkan 54 persen responden menganggap profesi gamer profesional dan atlet e-sports sebagai karier yang sah.
Dukungan terbesar datang dari kalangan muda, terutama Gen Z dan generasi milenial.
Sebanyak 67 persen responden Gen Z percaya industri e-sports mampu menjadi profesi masa depan, sementara 60 persen milenial memiliki pandangan serupa.
Di sisi lain, hanya 37 persen generasi Baby Boomers yang menganggap dunia game kompetitif layak dijadikan pekerjaan utama.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan anak muda semakin terbuka terhadap peluang kerja di era digital.
Banyak dari mereka melihat industri game bukan sekadar hiburan, tetapi juga peluang untuk membangun karier profesional.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri e-sports memang berkembang sangat cepat.
Turnamen game kini menawarkan hadiah bernilai miliaran rupiah, organisasi e-sports mendapat sponsor besar, dan para pemain profesional mulai menerima perhatian layaknya atlet olahraga konvensional.
Logitech G menilai perkembangan ini membuktikan bahwa industri gaming terus bergerak menjadi ekosistem profesional yang semakin luas.
Namun, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar masih menjadi tantangan bagi banyak anak muda yang ingin berkarier di dunia e-sports.



















