PEMALANG – Memasuki era keterbukaan informasi dan digitalisasi layanan publik, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memacu transformasi dalam pengelolaan infrastruktur dan penataan ruang. Pemanfaatan teknologi digital kini menjadi pilar utama dalam meningkatkan efisiensi, akurasi data, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, (4/9/2026)
Langkah inovatif ini diwujudkan melalui integrasi sistem informasi berbasis spasial (Geographic Information System/GIS) dan platform digital interaktif. Melalui teknologi ini, pemetaan tata ruang, status kondisi jalan, jaringan irigasi, hingga sistem perizinan bangunan gedung dapat diakses dan dikelola secara lebih transparan serta terukur.
Inovasi Data Spasial dan Keterbukaan Informasi
Transformasi digital di sektor penataan ruang tidak hanya mempermudah jajaran internal pemerintah dalam menyusun rencana pembangunan, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha. Kehadiran peta digital interaktif serta layanan informasi tata ruang berbasis daring meminimalkan hambatan birokrasi, mempercepat proses verifikasi kepesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR), serta mendukung kemudahan berinvestasi di daerah.
Selain itu, digitalisasi juga diterapkan dalam sistem pelaporan dan pemeliharaan infrastruktur secara real-time. Aspirasi maupun laporan masyarakat terkait kerusakan jalan, drainase, atau fasilitas umum lainnya dapat direspons secara lebih cepat dan akurat oleh tim teknis di lapangan.
Perencanaan Presisi Dukung Pembangunan Kawasan
Pemanfaatan data berbasis digital ini turut memperkuat kolaborasi DPUPR dengan berbagai instansi terkait, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dalam penyusunan kajian strategis—seperti penyiapan data kawasan sentra pangan maupun konektivitas antarwilayah—data spasial yang presisi menjadi rujukan utama agar setiap kebijakan pembangunan selaras dengan kondisi geografis dan daya dukung lingkungan.
Kepala DPUPR Kabupaten Pemalang menegaskan bahwa inovasi digital merupakan komitmen berkelanjutan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan akuntabel.
“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan upaya nyata kami untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan. Dengan data tata ruang dan infrastruktur yang terintegrasi secara digital, perencanaan pembangunan daerah menjadi jauh lebih presisi dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan terus mengembangkan inovasi berbasis digital dan meningkatkan keandalan layanan infrastruktur, DPUPR Kabupaten Pemalang optimistis dapat mewujudkan pembangunan wilayah yang tertata, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

















