PEMALANG Liputan24times – Pemerintah Kabupaten Pemalang kembali menunjukkan keseriusannya dalam upaya meraih penghargaan Adipura. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, menerima kunjungan Tim Pemantau Adipura Koordinator Wilayah Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Tengah pada Selasa (17/9/2025) di ruang Gadri rumah dinas Bupati.
Kunjungan tim pemantau ini disambut baik oleh Bupati Anom, yang menyebutnya sebagai motivasi sekaligus semangat baru bagi Pemalang. “Merupakan suatu kehormatan bisa hadir di Kabupaten Pemalang. Kehadiran ini tentu menjadi motivasi sekaligus semangat untuk membantu Kabupaten Pemalang dalam meraih Adipura dan semakin menyadarkan kita pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Anom. Ia menekankan bahwa tanpa kesadaran bersama, kondisi lingkungan akan tetap semrawut.
Lebih lanjut, Bupati Anom menganggap evaluasi dari tim pemantau sangat penting sebagai acuan Pemalang dalam menyusun rencana dan standar sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup. Anom mengakui bahwa tantangan ke depan semakin berat, terutama karena adanya kompetisi antar daerah dalam mengatasi masalah sampah, isu sosial, hingga tata kelola manajemen lingkungan.
“Banyak hal sudah dicapai, tetapi tantangan ke depan lebih kompleks. Kabupaten lain bisa mengatasi lingkungannya dengan baik, sehingga Pemalang juga harus memiliki konsep jelas untuk menghadapi persoalan sampah di masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemantau Adipura Jawa Tengah, Atik Suryaningsih, menjelaskan bahwa tujuan pemantauan adalah melihat sejauh mana program Adipura berjalan di daerah. Program ini menjadi tolok ukur dalam menilai kinerja kabupaten/kota dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama OPD terkait terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan melalui berbagai kegiatan nyata. “Pada tahun 2025, DLH Pemalang telah menyusun master plan pengelolaan lingkungan dengan peta jalan hingga tahun 2026–2035,” jelas Wiji, menunjukkan komitmen jangka panjang Pemalang dalam menjaga kelestarian lingkungan.



















