Terjebak Air Bah Saat Mandi di Sungai, Tiga Remaja Asal Tegal Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan Pemalang Selatan

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG – Aksi mandi di sungai berujung mencekam bagi enam remaja asal Slawi, Kabupaten Tegal. Tiga di antaranya sempat terjebak di seberang Sungai Tegalharja, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, setelah air bah tiba-tiba datang menerjang pada Minggu sore (3/5/2026).

​Beruntung, ketiganya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim gabungan relawan kebencanaan setelah terjebak selama beberapa jam di tengah derasnya arus sungai.

Example 300x600

Kronologi Kejadian

​Peristiwa bermula saat rombongan remaja yang berjumlah enam orang tersebut tiba di lokasi untuk mandi di sungai sekitar pukul 14.00 WIB. Saat sedang asyik beraktivitas, cuaca di hulu diduga berubah ekstrem yang memicu datangnya banjir kiriman secara mendadak.

​Menurut keterangan Dian, anggota Moga Rescue (MRC), tiga orang teman korban sempat lebih dulu menepi ke pinggir sungai sebelum debit air meningkat. Namun, tiga remaja lainnya, yakni Brian (16), Rama (17), dan Panggih (17), yang masih berada di posisi seberang, tidak sempat melintas balik karena air bah sudah terlanjur menutup akses jalan mereka.

​”Ketiga temannya sudah ke pinggir lebih dulu. Tiba-tiba air bah meluncur deras, sehingga membuat ketiganya urung untuk menyeberang karena risikonya sangat besar,” ujar Dian.

Proses Evakuasi Dramatis

​Mendapat laporan adanya warga yang terjebak di seberang sungai, tim gabungan dari berbagai unsur relawan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Personel yang terlibat terdiri dari Staf Kecamatan Moga, MRC, MDMC, CORE Pemalang, hingga PPAW.

​Kondisi medan yang gelap dan arus sungai yang sangat deras menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan. Tim evakuasi tiba di lokasi sekitar pukul 17.50 WIB dan langsung menyiapkan skema penyelamatan menggunakan tali dan peralatan keselamatan air lainnya.

​Perjuangan tim gabungan membuahkan hasil. Tepat pada pukul 18.39 WIB, ketiga remaja yang beralamat di RT 01/RW 21, Kecamatan Slawi tersebut berhasil dibawa ke titik aman.

Imbauan Bagi Masyarakat

​Pasca-evakuasi, para penyintas langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan ringan. Meski mengalami trauma, ketiganya dinyatakan dalam kondisi sehat dan selamat.

​Pihak relawan dan otoritas setempat kembali mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda yang beraktivitas di aliran sungai, untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Mengingat saat ini kondisi debit air sungai di wilayah Pemalang selatan dapat meningkat sewaktu-waktu akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *