Liputan24Times — Nvidia terus memperkuat dominasinya di industri kecerdasan buatan atau AI dengan menggelontorkan investasi jumbo sejak awal 2026 dikutip dari The Sun Kamis, (14/5/2026).
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu tercatat menanam dana hingga 40 miliar dollar AS atau sekitar Rp696 triliun ke berbagai sektor yang berkaitan dengan pengembangan AI.
Langkah agresif tersebut memperlihatkan ambisi Nvidia dalam membangun ekosistem AI global sekaligus memperluas pengaruh perusahaan di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.
Sebagian besar investasi Nvidia mengalir ke OpenAI. Perusahaan yang dipimpin Jensen Huang itu dikabarkan menanam dana sekitar 30 miliar dollar AS atau setara Rp522 triliun ke perusahaan pengembang ChatGPT tersebut.
Selain mendukung perusahaan AI, Nvidia juga memperluas investasi ke sektor lain yang masih berkaitan dengan infrastruktur teknologi.
Nvidia diketahui menyiapkan investasi hingga 3,2 miliar dollar AS untuk perusahaan kaca Corning serta sekitar 2,1 miliar dollar AS ke operator pusat data IREN.
Investasi besar tersebut melanjutkan strategi Nvidia sepanjang 2025 yang sebelumnya mencatat puluhan kesepakatan bisnis di sektor AI.
Pada tahun lalu, Nvidia tercatat terlibat dalam sekitar 67 kerja sama dan investasi yang berhubungan langsung dengan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Memasuki 2026, perusahaan itu kembali aktif mengikuti berbagai putaran pendanaan startup swasta yang bergerak di bidang AI dan teknologi pendukung lainnya.
Namun, langkah Nvidia juga memunculkan kritik dari sejumlah analis industri.
Beberapa pihak menilai perusahaan tersebut terlalu sering berinvestasi pada mitra sekaligus pelanggan mereka sendiri sehingga memunculkan pola investasi sirkular.
Analis Wedbush Securities, Matthew Bryson, bahkan menyebut pola investasi Nvidia masuk dalam kategori perputaran dana antarkelompok perusahaan yang saling terhubung.
Meski demikian, strategi tersebut dinilai tetap berpotensi memperkuat posisi Nvidia dalam jangka panjang apabila seluruh ekosistem AI yang mereka bangun mampu berkembang secara berkelanjutan.



















