Liputan24Times — Apple dikabarkan masih menghadapi tantangan besar dalam pengembangan iPhone lipat generasi pertamanya yang disebut-sebut akan hadir dengan nama iPhone Ultra.
Kendala utama muncul pada komponen engsel yang hingga kini belum memenuhi standar ketahanan tinggi milik Apple, sehingga jadwal peluncurannya terancam mundur.
Laporan terbaru dari pembocor gadget di platform Weibo menyebut Apple terus menguji daya tahan engsel untuk perangkat foldable tersebut.
Namun, engsel yang digunakan disebut masih cepat aus setelah melalui proses buka-tutup dalam jangka panjang.
Masalah itu membuat Apple belum yakin untuk segera memasarkan iPhone lipat ke publik.
Perusahaan asal Cupertino tersebut bahkan dikabarkan siap menunda perilisan hingga beberapa tahun demi memastikan kualitas perangkat tetap sesuai standar premium mereka.
Meski begitu, Apple tetap melanjutkan pengembangan iPhone Ultra dan tidak menghentikan proyek foldable tersebut.
Beberapa laporan menyebut perusahaan kini fokus menyempurnakan desain engsel agar lebih kokoh, stabil, dan tahan lama dibanding kompetitor.
Di sisi lain, Apple justru mencatat kemajuan pada sektor layar.
Perusahaan disebut hampir berhasil menghilangkan bekas lipatan yang selama ini menjadi kelemahan utama smartphone foldable.
Jika teknologi itu benar-benar berhasil diterapkan, iPhone lipat berpotensi hadir dengan tampilan layar yang lebih mulus tanpa garis lipatan mencolok meski digunakan dalam waktu lama.
Hingga saat ini, Apple masih belum memberikan kepastian soal jadwal peluncuran perangkat tersebut.
Sejumlah analis memperkirakan Apple bisa memperkenalkan iPhone lipat bersamaan dengan lini iPhone terbaru, tetapi menunda penjualannya sampai teknologi engsel benar-benar siap digunakan secara massal.
Beberapa laporan lain juga menyebut Apple kemungkinan baru merilis iPhone Ultra pada 2027 demi memastikan pengalaman penggunaan perangkat lipat tetap optimal.


















