Liputan24Times — Epic Games mulai membuka era baru industri game modern setelah memperlihatkan tampilan perdana Unreal Engine 6 dalam ajang Rocket League Championship Series Paris Major 2026.
Demo tersebut langsung menarik perhatian komunitas gamer karena menampilkan peningkatan visual besar pada Rocket League, mulai dari detail mobil, efek pencahayaan, hingga atmosfer stadion yang terlihat jauh lebih realistis.
Epic Games menggunakan Rocket League sebagai demonstrasi awal Unreal Engine 6.
Game sepak bola mobil itu akhirnya meninggalkan Unreal Engine 3 yang sudah dipakai sejak pertama kali meluncur pada 2015.
Dalam video demonstrasi, Epic menampilkan model kendaraan dengan detail lebih tajam dan efek refleksi lebih realistis.
Studio juga memperbarui pencahayaan arena, tekstur rumput, serta tampilan penonton di stadion agar terlihat lebih hidup.
Selain visual yang lebih modern, Epic turut memperlihatkan sudut kamera sinematik baru yang membuat pertandingan Rocket League tampak lebih dramatis.
Unreal Engine 6 sendiri hadir sebagai penerus Unreal Engine 5 yang selama ini banyak digunakan developer game AAA.
Engine terbaru ini membawa peningkatan pada kualitas grafis, performa, dan efisiensi pengembangan game generasi berikutnya.
Bagi industri game, kemunculan Unreal Engine 6 menjadi langkah penting karena developer kini bisa menciptakan dunia virtual yang lebih detail dengan pengalaman bermain yang lebih mulus.
Meski begitu, Epic Games belum mengungkap detail gameplay Rocket League versi Unreal Engine 6 secara mendalam.
Perusahaan masih fokus memperlihatkan kemampuan visual engine terbaru tersebut.



















