Liputan24Times — Nvidia kembali memperkuat bisnis AI dengan memperkenalkan CPU terbaru bernama Vera yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja agen AI dan pusat data generasi berikutnya.
Nvidia resmi meluncurkan CPU Vera di ajang GTC Taiwan 2026. Chip berbasis ARM ini hadir dengan 88 inti CPU dan 176 thread untuk mendukung pemrosesan AI, analitik data, serta komputasi skala besar.
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan Vera dibangun untuk menjalankan agen AI dengan performa tinggi dan efisiensi yang lebih baik.
Nvidia mengklaim Vera mampu memberikan performa hingga 1,8 kali lebih cepat dibanding sejumlah CPU pusat data berbasis x86 yang digunakan saat ini.
Chip ini juga menjadi bagian dari platform AI Nvidia Vera Rubin yang menggabungkan CPU dan GPU untuk kebutuhan AI berskala besar.



















