Liputan24Times – Persaingan industri semikonduktor memasuki babak baru. Nvidia resmi memperkenalkan RTX Spark, superchip untuk laptop Windows yang menggabungkan CPU, GPU, dan memori dalam satu paket.
Teknologi ini menghadirkan performa AI lebih tinggi sekaligus menantang dominasi Intel dan AMD di pasar komputer modern.
RTX Spark bukan sekadar chip grafis baru. Nvidia merancangnya sebagai superchip terintegrasi yang menggabungkan prosesor berbasis Arm, GPU, dan memori terpadu dalam satu komponen.
Chip ini lahir dari kolaborasi Nvidia, MediaTek, dan TSMC. RTX Spark mengusung 20 inti CPU berbasis Armv9 serta memanfaatkan proses fabrikasi 3 nanometer untuk meningkatkan efisiensi dan performa.
Keunggulan terbesar RTX Spark terletak pada memori terpadu hingga 128 GB yang memungkinkan laptop menjalankan model AI berukuran besar secara lokal tanpa bergantung pada server cloud.
Nvidia juga membekali chip ini dengan teknologi NVLink-C2C yang menghadirkan kecepatan transfer data hingga 600 GB per detik, jauh lebih cepat dibandingkan koneksi PCIe pada laptop konvensional.
Dengan kemampuan tersebut, RTX Spark berpotensi mengubah arah industri PC sekaligus menjadi ancaman serius bagi Intel dan AMD, terutama di segmen laptop AI generasi berikutnya.



















