Liputan24Times — Laporan terbaru mengungkap dugaan penyalahgunaan fitur Meta AI oleh hacker untuk membajak akun Instagram.
Celah tersebut disebut berada pada layanan Meta AI Support Assistant yang awalnya dirancang membantu pemulihan akun pengguna.
Sejumlah pelaku mengaku berhasil mengganti alamat e-mail akun target melalui chatbot AI, lalu menggunakan kode verifikasi yang diterima untuk mereset kata sandi dan mengambil alih akun korban.
Target utama mereka adalah akun Instagram dengan username langka dan bernilai tinggi.
Beberapa hacker juga dilaporkan memakai VPN agar lokasi mereka tampak sama dengan pemilik akun.
Kasus ini memicu kekhawatiran baru terkait keamanan chatbot berbasis AI dan pentingnya sistem verifikasi yang lebih ketat untuk mencegah penyalahgunaan teknologi.



















