PEMALANG, Liputan24times– Alun-Alun Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih representatif. Setelah sukses direvitalisasi secara swadaya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi fasilitas jogging track, kawasan ini menjelma menjadi tempat favorit dan magnet baru bagi warga Kecamatan Moga dan sekitarnya untuk berkumpul dan berolahraga.
Perubahan positif ini membawa berkah yang luar biasa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pekerja lapangan di sekitar alun-alun. Keberhasilan transformasi ini tidak lepas dari peran besar Gus Haris Jayantaka, donatur utama yang menggelontorkan bantuan hingga ratusan juta rupiah untuk mendanai proses revitalisasi tersebut. Rasa syukur dan pujian mendalam pun mengalir deras dari masyarakat setempat atas kepedulian yang telah diberikan.

Berkah Ekonomi Bagi Pedagang UMKM
Yuni, seorang pedagang UMKM asal Desa Sima yang berjualan di sekitar alun-alun, menuturkan bahwa sejak pembukaan wajah baru alun-alun ini, pendapatannya meningkat drastis. Ia mengaku sudah berjualan sejak hari Jumat dan terus merasakan ramainya pengunjung.
”Alhamdulillah ramai sekali, bersyukur alhamdulillah sudah bisa membantu ekonomi keluarga. Berkat adanya (revitalisasi) seperti ini, para pedagang UMKM alhamdulillah pada dapat rezeki,” ujar Yuni penuh syukur Selasa, (9/6/2026)
Hal senada juga diungkapkan oleh Aminati, pedagang lain asal Banyumudal. Ia merasakan antusiasme masyarakat yang tak pernah surut sejak awal alun-alun ini dibuka kembali untuk umum.
”Alhamdulillah dari awal pembukaan saya jualan itu ramai terus. Banyak sekali manfaatnya untuk peningkatan UMKM masyarakat, yang pasti meningkatkan ekonomi,” kata Aminati dengan wajah sumringah.

Lapangan Kerja Baru dan Lonjakan Pengunjung
Manfaat revitalisasi ini tidak hanya menyasar para pedagang makanan dan minuman, tetapi juga berdampak langsung pada sektor jasa, seperti pengelolaan parkir. Didi, salah seorang petugas parkir di alun-alun Moga, mengungkapkan bahwa proyek swadaya ini secara nyata telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda setempat.
”Alhamdulillah ramai terus di sini. Ini bisa memajukan Banyumudal sekalian pemuda biar ada kegiatan, yang tadinya menganggur kan bisa kerja di sini,” ungkap Didi.
Ia menambahkan bahwa jumlah kendaraan yang berkunjung, baik roda dua maupun roda empat, melonjak signifikan hingga sulit dihitung karena arus keluar-masuk yang padat. Rata-rata per hari minimal ada sekitar 100 unit kendaraan yang parkir, dan jumlah tersebut akan melonjak penuh pada hari Sabtu, Minggu, atau malam minggu.
Menurut Didi, pengelolaan alun-alun yang tertata sedemikian rupa memberikan dampak luar biasa baik bagi penjual, tukang parkir, maupun kemajuan UMKM secara umum.

Apresiasi dan Terima Kasih untuk Gus Haris
Melihat dampak nyata yang begitu besar terhadap perputaran ekonomi dan sosial di Kecamatan Moga, para narasumber secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gus Haris Jayantaka atas inisiasi dan bantuan finansialnya yang luar biasa.
”Kami mengucapkan terima kasih khususnya untuk Gus Haris yang sudah menginisiasi untuk membangun alun-alun sampai sedemikian rupa, dan manfaatnya itu sangat luar biasa. Bersyukur, sangat bersyukur sekali,” pungkasnya mewakili rasa terima kasih warga.
Kini, Alun-Alun Moga tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota dan tempat berolahraga yang sehat, melainkan telah menjadi pusat peradaban ekonomi baru yang mandiri bagi masyarakat Pemalang, khususnya di wilayah Moga.



















