Aksi Cepat Camat Pulosari dan BPBD Pemalang Matangkan Sistem Evakuasi Warga

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG – Pemerintah Kecamatan Pulosari terus bergerak cepat dalam menekan risiko bencana alam di wilayahnya. Sebagai langkah nyata, Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si, secara resmi melepas keberangkatan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang untuk melaksanakan agenda penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, Selasa (23/6/2026).

Pelepasan tim yang berlangsung di lingkungan Kantor Kecamatan Pulosari ini dihadiri oleh jajaran unsur pemerintah kecamatan, perwakilan BPBD Kabupaten, serta sejumlah tokoh masyarakat terkait.

Example 300x600

Salah satu agenda krusial dalam pergerakan tim kali ini adalah penyerahan serta pemasangan perlengkapan sarana pendukung mitigasi. Fokus utama ditekankan pada pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi di titik-titik strategis wilayah Pulosari yang dikenal memiliki potensi kerawanan bencana alam.

Tim BPBD Kabupaten yang dipimpin langsung oleh Ronny Setiawan, S.STP., M.Sc., mendapat apresiasi tinggi dari pihak kecamatan atas komitmen dan gerak cepatnya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis wilayah.

Camat Pulosari, Arif Senoaji, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur penyelamatan seperti jalur evakuasi tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat.

“Kesiapsiagaan merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat dari berbagai potensi bencana. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat, kami berharap upaya mitigasi dapat berjalan lebih optimal sehingga keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujar Arif.

Arif menambahkan, pemasangan rambu jalur evakuasi serta edukasi kebencanaan yang dilakukan secara simultan merupakan bagian dari langkah strategis. Tujuannya adalah memantik kesadaran kritis warga agar mampu mengambil tindakan yang cepat, tepat, dan tenang saat menghadapi situasi darurat.

Selain sebagai aksi lapangan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengecek kesiapan personel serta memastikan seluruh sarana pendukung penanggulangan bencana dapat berfungsi 100 persen saat dibutuhkan.

Melalui gerakan kolaboratif ini, Pemerintah Kecamatan Pulosari berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek penyelamatan, melainkan aktif berpartisipasi sebagai subjek yang memahami prosedur evakuasi, mengenali jalur penyelamatan terdekat, dan bersama-sama membangun budaya sadar bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing. (Tim CMI GROUP)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *