PEMALANG, Liputan24times– Krisis air bersih yang melanda wilayah Kabupaten Pemalang akibat kemarau panjang mendapat perhatian serius dari pemangku kepentingan. Guna meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kekeringan, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Wilayah Tegal menyalurkan bantuan berupa 200 tangki air bersih atau setara 1 juta liter.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan TJSL PLN Wilayah Tegal, Ubaidillah Alif, kepada Plt. Bupati Pemalang yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Wiji Mulyati, di RT 12 RW 07 Dusun Silongok, Desa Belik, Rabu (19/8/2026). Bantuan tersebut kemudian diteruskan kepada Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, yang memimpin distribusi lapangan.
Kadinkes Pemalang, Wiji Mulyati, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian PLN dalam merespons dampak musim kemarau di daerahnya. Penyaluran air bersih ini dinilai sangat vital untuk menjangkau warga yang kesulitan mendapatkan akses air layak pakai.
”Atas nama Pemkab Pemalang, kami sangat berterima kasih atas kepedulian CSR dari PLN. Kami juga mengapresiasi PMI serta instansi terkait seperti BPBD, Baznas, PDAM, dan para relawan yang terus bersinergi menyalurkan air bersih secara berkesinambungan,” ujar Wiji.
Saat ini, kolaborasi antarlembaga di Pemalang mampu mendistribusikan rata-rata 125 ribu liter air bersih setiap harinya. Upaya dropping air diproyeksikan akan terus berlangsung hingga puncak kemarau mereda pada akhir September.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menegaskan bahwa pasokan 1 juta liter air dari PLN tiba di saat yang sangat krusial. Wilayah prioritas penanganan meliputi kecamatan-kecamatan dengan tingkat kekeringan terparah, seperti Pulosari, Belik, dan Watukumpul.
Secara keseluruhan, Ketua PMI Kabupaten Pemalang Akhmad Patah memaparkan bahwa armada penanganan akan menjangkau 30 desa yang tersebar di 7 kecamatan, termasuk Warungpring, Randudongkal, Bantarbolang, dan Bodeh. PMI sendiri telah menyalurkan 257 tangki air dan terus mengoperasikan 8 hingga 10 tangki per hari.
Pilihan penyerahan bantuan di Dusun Silongok, Desa Belik, bukan tanpa alasan. Kasi Pemdes Belik, Dikin, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut masuk dalam zona merah kekeringan karena terisolasi dari sumber mata air alami. Desa Belik mencatat ada 43 titik rawan air bersih yang tersebar di 7 dusun, dengan kondisi paling kritis berada di Dusun Silongok, Gondang, Kepus, dan Tengah.

















