PEMALANG, Liputan24times.co.id– Pemerintah Kabupaten Pemalang resmi mendukung peluncuran Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda. Program gagasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini difokuskan untuk mempercepat penanganan kemiskinan dengan menjadikan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Peluncuran program berlangsung secara hybrid dari Sasana Bhakti Praja, Kompleks Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (19/8/2026). Mewakili Plt. Bupati Pemalang, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tutuko Raharjo, hadir langsung bersama jajaran Forkopimcam serta Camat Belik.
Pada tahap awal ini, dua desa di Kecamatan Belik yakni Desa Mendelem dan Desa Belik terpilih menjadi lokasi percontohan intervensi program.
Berbeda dari sekadar pembagian bansos, program ini mengusung pendekatan berkelanjutan. Setiap penerima manfaat bakal melewati tahapan asesmen, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga pembukaan akses pasar.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif anak muda. Lewat inisiatif seperti program Zilenial, pemuda dibekali keterampilan digital untuk membantu mempromosikan dan memasarkan produk UMKM lokal.”Bantuan tidak sekadar diberikan, tetapi masyarakat akan melalui asesmen, pelatihan, dan pendampingan agar berkembang menjadi usaha produktif,” ujar Taj Yasin.
Secara khusus, Taj Yasin menyoroti potensi komoditas nanas khas Belik. Ia mendorong warga tidak hanya menjual buah segar, tetapi mulai mengolahnya menjadi produk turunan bernilai jual tinggi. Ia juga meminta pemerintah daerah memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung agar distribusi produk berjalan lancar.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Prov. Jateng, Syamsudin Isnaini, menambahkan bahwa keberhasilan program ini mengandalkan sinergi lintas sektor—melibatkan kampus, perbankan, dunia usaha, hingga Baznas—guna menekan beban pengeluaran sekaligus mendongkrak pendapatan warga miskin.

















