Plt. Bupati Pemalang Tegaskan Sanksi Keras Kasus Perundungan: Satu Kasus Pun Tidak Boleh Terulang,

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG, Liputan24times— Pemerintah Kabupaten Pemalang menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk tindak kekerasan di lingkungan pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, turun langsung melayat ke rumah duka MH, siswa korban dugaan perundungan (bullying), di Kelurahan Kebondalem, Kamis (1/10/2026).

​Didampingi Plt. Kepala Dindikpora Ismun Hadiyo, Kepala Dinsos KBPP Mu’minun, serta jajaran Forkopimca, Nurkholes menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Di hadapan orang tua korban, ia menegaskan komitmen Pemkab Pemalang dalam memberantas aksi perundungan hingga ke akar-akarnya.

​”Pemkab Pemalang tidak memberikan toleransi sedikit pun (zero tolerance) terhadap tindakan perundungan. Kami ingin memastikan tragedi ini menjadi yang terakhir, tidak boleh ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban di wilayah ini,” tegas Nurkholes usai bertemu keluarga almarhum.

​Nurkholes menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri awal mula insiden tersebut dengan mendatangi sekolah korban. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, sempat terjadi perselisihan fisik antara korban dan pelaku yang berujung pada tindakan pemukulan.

​Guna memastikan penyebab pasti kematian korban, jenazah MH saat ini tengah menjalani proses autopsi oleh tim medis dan kepolisian. Nurkholes meminta masyarakat bersabar menunggu hasil resmi dari aparat penegak hukum.

​Sementara itu, suasana haru menyelimuti kediaman korban. Ibu almarhum, Diah Indriyanti (36), mengungkapkan penderitaan sang anak yang sempat berjuang melawan masa kritis selama sembilan hari di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

​Menurut Diah, anaknya baru berani jujur mengenai penganiayaan yang dialaminya setelah menjalani pemeriksaan medis oleh tim dokter.

​”Anak saya mengaku dipukul di bagian perut, bahkan ada yang menendang menggunakan sepatu,” ujar Diah menahan kesedihan.

​Diah menceritakan, selama dalam perawatan medis, kondisi kesehatan anaknya terus memburuk. Korban kerap menangis kesakitan setiap kali tubuhnya digerakkan, mengalami muntah-muntah, buang air besar berdarah, hingga kehilangan nafsu makan.

​Saat ini, kasus dugaan penganiayaan dan perundungan yang menewaskan MH tersebut telah ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian guna proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *