PEMALANG, Liputan24times— Musibah bencana alam dan kebakaran yang melanda kawasan lereng Gunung Slamet, tepatnya di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengetuk kepedulian berbagai pihak. Kehilangan tempat tinggal akibat angin kencang dan si jago merah menyatukan langkah pemerintah daerah dan PMI untuk segera memberikan perlindungan.
Dua peristiwa kelabu tersebut menimpa warga Desa Siremeng yang rumahnya ambruk dihantam angin kencang, serta keluarga korban di Desa Cikendung yang harus kehilangan harta benda akibat musibah kebakaran rumah.

Merespons duka warga, Camat Pulosari Arifsenoaji bersama Sekretaris Kecamatan dan pengurus PMI Pulosari turun langsung menyerahkan bantuan logistik darurat pada Senin (12/10/2026). Penyerahan bantuan ini dilakukan dari rumah ke rumah untuk memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.

Arifsenoaji menegaskan bahwa kehadiran mereka di lapangan bukan sebatas penyerahan bantuan secara formalitas, melainkan bentuk komitmen moral bahwa pemerintah dan relawan kemanusiaan akan selalu berdiri mendampingi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan warga tidak merasa sendirian menghadapi masa-masa sulit ini. Penanganan darurat ini adalah tahap awal, dan kami akan terus berkoordinasi untuk mendampingi pemulihan kehidupan warga terdampak,” tegas Arifsenoaji.

Sinergi antara PMI dan pemerintah ini diharapkan menjadi pemantik semangat kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Pemalang untuk saling menguatkan di masa sulit.

















