banner 728x250

BNPB Laporkan Perkembangan Pembukaan Akses Jalan di Lokasi Banjir Sumatra

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24times – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memaparkan perkembangan terbaru pembukaan akses jalan di wilayah terdampak banjir dan longsor, khususnya di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Prioritas utama adalah membuka jalur transportasi agar distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Example 300x600

Progres di Sumatra Utara

Di Sumatra Utara, sepanjang 68,61 km sebelumnya terdapat 37 titik longsor. Hingga Jumat (5/12/2025), 28 titik longsor telah ditangani, menyisakan 9 titik yang ditargetkan selesai dalam 1–2 hari ke depan.

Pada ruas Siborongborong-Batang Toru-Padang Sidempuan, kondisi awal terdapat 25 titik terpengaruh, termasuk 2 titik jalan amblas dan 2 putus. Saat ini, 4 titik longsor dan 1 titik banjir sudah ditangani sehingga jalur mulai bisa dilalui kendaraan.

Pembersihan jalur sepanjang 32,6 km di Sibiru-biru juga terus dilakukan agar akses dari Sipenggeng ke Sipirok dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Jalur Sipirok-Simpang Tano Dosa pun kini sudah dapat digunakan untuk pengiriman logistik, dengan 12 sorti pengiriman dari Silangit ke Langkat, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah telah dilakukan.

Operasi Modifikasi Cuaca Mendukung Pemulihan

BNPB menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih berlangsung di Sumatra Utara untuk mengurangi intensitas hujan dan mendukung tim di lapangan. Sejak 27 November hingga 5 Desember, telah dilakukan 29 sorti dengan total 23 ton bahan semai.

Perkembangan di Aceh

Di Aceh, perbaikan jalan dan jembatan terus dikebut. Jalur Pidie Jaya dan Pidie masih terkendala di Jembatan Meureudu, tetapi pengguna jalan dapat memanfaatkan jalur alternatif. Jalur Pidie-Aceh Utara masih putus di Kuta Blang, namun pembangunan jembatan Bailey Awe Geutah ditargetkan selesai dalam satu minggu ke depan.

Jalur Aceh Utara-Aceh Timur kini sudah bisa dilalui meski beberapa titik masih terdapat material banjir dan longsor. Jalur Aceh Utara menuju Bener Meriah telah tembus 60 km dari total 82 km, menunjukkan kemajuan signifikan. Pembangunan jembatan Bailey juga dilakukan di Bireuen-Takengon untuk menggantikan dua jembatan yang putus total.

Untuk jalur Takengon-Isaq-Gayo Lues, akses mulai pulih meski terbatas untuk kendaraan roda dua. Sementara jalur Gempang-Titi Pameu-Aceh Tengah kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dengan kondisi beberapa titik masih basah dan material banjir sisa.

Dukungan Logistik dan Alat Berat

BNPB mengerahkan 18 unit alat berat dan 3 kapal untuk mempercepat distribusi logistik langsung ke warga terdampak. Operasi ini berlangsung bersamaan dengan OMC untuk memastikan produktivitas tim lapangan tetap optimal.

“Selama tim darat masih membutuhkan produktivitas cuaca, operasi modifikasi cuaca akan terus dilakukan. Semua upaya ini bertujuan agar pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan, serta pengiriman bantuan logistik dapat berjalan lancar,” pungkas Abdul Muhari.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *