Liputan24Times — Penggunaan AI yang semakin dominan di Google Search ternyata membawa keuntungan bagi pesaingnya, DuckDuckGo.
DuckDuckGo melaporkan lonjakan instalasi aplikasi di Amerika Serikat setelah Google mengumumkan perluasan fitur AI Search pada ajang Google I/O 2026.
Perusahaan mencatat pertumbuhan instalasi rata-rata 18 persen, dengan puncak kenaikan mencapai 30,5 persen. Di platform iOS, lonjakan tersebut bahkan sempat menyentuh hampir 70 persen.
CEO DuckDuckGo, Gabriel Weinberg, mengatakan sebagian pengguna mulai mencari pengalaman pencarian yang lebih sederhana tanpa ringkasan atau jawaban otomatis dari AI.
Sebagai respons, DuckDuckGo menghadirkan halaman pencarian khusus tanpa AI yang hanya menampilkan daftar tautan website seperti mesin pencari tradisional.
Tren ini menunjukkan bahwa meski AI semakin mendominasi layanan pencarian, sebagian pengguna masih menginginkan pengalaman browsing yang lebih konvensional.



















