PEMALANG Liputan24times– Inovasi dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terus digalakkan di Kabupaten Pemalang. Terbaru, Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Warungpring sukses menyabet gelar Juara I dalam Lomba Simulasi Ular Tangga Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) tingkat kabupaten yang digelar di Ruang Rapat Setda, Selasa (16/12/2025).
Kemenangan Kelompok Edelweis dari Warungpring ini dipastikan setelah menyisihkan peserta lain dalam aspek komunikatif dan penguasaan materi. Posisi kedua diraih oleh Kelompok Anggrek (Kecamatan Taman), disusul Kelompok Matahari (Kecamatan Moga) di urutan ketiga.
Murniati ningsih, perwakilan pemenang dari PKK Warungpring, mengungkapkan bahwa metode ular tangga membuat pemahaman tentang hukum yang terkesan berat menjadi lebih ringan dan menyenangkan.
“Lewat simulasi ini, kami jadi lebih paham aturan mengenai KDRT, perlindungan anak, dan hukum lainnya. Karena konsepnya sambil bermain, jadi tidak membosankan,” ungkapnya usai menerima penghargaan di Pendopo Kabupaten Pemalang.
Ia menambahkan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari persiapan matang bersama kader desa, mulai dari penguasaan materi hingga penyusunan properti dan yel-yel. Kedepannya, ilmu yang didapat akan disebarluaskan hingga tingkat RT dan Dasa Wisma.
Acara yang dibuka langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie Anom Widiyantoro, ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga taat hukum.
Dalam sambutannya, dr. Noor Faizah memberikan apresiasi kepada Bagian Hukum Setda Pemalang yang telah memfasilitasi kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, kesadaran hukum harus dipupuk sejak dini dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
“Ini adalah metode strategis untuk mengedukasi warga agar berkarakter dan berintegritas. Permainan ini bukan sekadar mengejar juara, tapi lebih kepada proses pembelajaran yang bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur dr. Noor Faizah.
Sebagai mitra kerja pemerintah, PKK terus didorong untuk menghadirkan kegiatan yang partisipatif. Simulasi ular tangga ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari, Pemahaman dasar hukum yang berlaku di Indonesia, Simulasi penyelesaian masalah secara kekeluargaan maupun hukum.
Penguatan peran keluarga dalam menciptakan ketertiban lingkungan.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan peran keluarga sebagai benteng utama kepatuhan hukum di Kabupaten Pemalang semakin kuat.



















