PEMALANG, Liputan24times– Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pemalang bagian selatan selama dua hari berturut-turut memuncak pada Jumat dini hari (23/1). Akibatnya, banjir bandang menerjang pemukiman warga, menyisakan tumpukan lumpur dan puing-puing kayu. Merespons kondisi darurat ini, ratusan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pemalang diterjunkan langsung untuk membantu proses pemulihan.
Banjir bandang dilaporkan melanda wilayah strategis di Kecamatan Pulosari dan Moga. Kerusakan paling signifikan terlihat di, Kecamatan Pulosari, Desa Penakir dan Desa Nyalembeng, sedangkan Kecamatan Moga, Desa Sima dan Desa Pepedan.Tidak hanya merusak bangunan, material banjir berupa lumpur pekat dan batang kayu sempat melumpuhkan aktivitas warga.
Di bawah komando Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pemalang, Salman Faidul Mahasin (Gus Edo), serta Kasatkorcab Banser, Ahmad Fauzan, para relawan bergerak menyisir fasilitas umum dan rumah-rumah penduduk untuk melakukan pembersihan.

Data sementara menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Sebanyak 630 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Para pengungsi mencakup berbagai kalangan, mulai dari balita hingga lansia. Sebagian besar menempati posko pengungsian utama, sementara lainnya memilih untuk mengungsi mandiri di rumah kerabat yang lokasinya lebih tinggi dan aman. Selain tenaga fisik, GP Ansor dan Banser juga fokus pada manajemen logistik guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tercukupi.

Gus Edo menegaskan bahwa kehadiran Ansor dan Banser di lokasi bencana bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wujud nyata dari tanggung jawab kemanusiaan.
”Ansor dan Banser memiliki komitmen untuk selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat. Ini merupakan bagian dari pengabdian kami kepada umat, bangsa, dan negara,” ujar Gus Edo dengan tegas saat ditemui di lokasi terdampak, Sabtu (24/1/2026).
Aksi ini diharapkan tidak hanya membantu secara fisik melalui pembersihan sisa bencana, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi para korban agar dapat segera bangkit dari masa sulit pascabencana.




















