banner 728x250

Kolaborasi Pemkab dan Pemprov Jateng Atasi Banjir Rob di Pemalang

  • Bagikan
Kolaborasi Pemkab dan Pemprov Jateng Atasi Banjir Rob di Pemalang
banner 468x60

PEMALANG – Banjir rob yang terus-menerus melanda wilayah pesisir Pemalang, khususnya di Kecamatan Ulujami, telah menjadi perhatian serius. Merespons dampak multidimensi yang ditimbulkan, Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mengambil langkah konkret melalui kerja sama erat. Pembahasan mendalam mengenai penanganan rob ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penanganan Banjir Rob di Kabupaten Pemalang, yang digelar di Ruang Rapat Setda Pemalang pada Selasa, 3 Juni 2025.

Rapat penting ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari kedua belah pihak, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, dan Sekretaris Daerah Heriyanto. Dari pihak Provinsi Jawa Tengah, turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Henggar Budi Anggoro dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBM-CK) Hanung Triyono.

Example 300x600

Bupati Anom Widiyantoro berharap, kolaborasi ini dapat menghasilkan langkah konkret yang lebih cepat dan efisien. “Yang pertama, kita harus bisa menyelamatkan kaitannya dengan wilayah yang ada di Desa Blendung dan Kertosari,” tegas Anom, menyoroti urgensi penanganan di dua desa yang paling terdampak. Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Nurkholes juga menekankan bahwa penanganan rob membutuhkan kerja sama solid antara pemerintah provinsi dan pusat demi hasil terbaik bagi Desa Blendung dan sekitarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Heriyanto, menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Tengah beserta jajarannya atas perhatian besar terhadap permasalahan banjir rob di Pemalang. Heriyanto menjelaskan bahwa dampak rob sangat kompleks bagi warga, melumpuhkan aktivitas utama dan menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan serta rumah warga yang semakin parah. “Mari kita support yang nanti akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ajak Sekda.

Menanggapi kebutuhan mendesak ini, Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan rencana aksi dari pihaknya. “Kami akan melaksanakan pembuatan seperti tanggul dan disiapkan untuk pompa yang mobile,” jelas Henggar. Strategi ini bertujuan untuk memompa air rob keluar saat banjir datang, dengan harapan utama agar permukiman warga dapat selalu kering.

Kolaborasi ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat pesisir Pemalang yang selama ini berjuang menghadapi ancaman rob. Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, diharapkan penanganan banjir rob dapat berjalan lebih efektif, meminimalisir dampak buruk, dan mengembalikan kehidupan normal bagi warga terdampak.

Editor: Redaksi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *