Liputan24times — Persaingan di dunia e-commerce kian sengit. Ekspansi platform e-commerce China ke pasar global mulai mengusik dominasi Amazon, yang selama ini menjadi raksasa di Amerika dan Eropa. Strategi utama e-commerce China adalah menjual langsung dari pabrik ke konsumen dengan harga serendah mungkin, menekan margin pemain lokal.
Sebagai respons, Amazon meluncurkan beberapa strategi untuk mempertahankan pangsa pasarnya:
1. Amazon Haul – Fitur baru untuk menampilkan produk murah secara lebih kompetitif.
2. Pemangkasan Komisi Penjual – Untuk produk fesyen murah, komisi dipangkas dari 7% menjadi 5% untuk barang hingga 15 euro, dan dari 15% menjadi 10% untuk barang 15–20 euro. Kebijakan berlaku mulai 15 Desember 2025.
3. Bebas Komisi untuk Pedagang Baru – 30 hari pertama tanpa pungutan bagi penjual baru di platform.
“Seiring kami menurunkan biaya layanan melalui inovasi operasional, penghematan ini diberikan langsung kepada mitra pedagang,” kata Amazon.
Sementara itu, Shein dan Temu terus memperluas pangsa pasar mereka di Eropa dengan model fast-fashion dan gadget harga murah, menantang dominasi Amazon di Jerman, Prancis, dan wilayah Eropa lainnya. Diperkirakan, total pendapatan e-commerce Eropa tahun ini tumbuh 7% mencapai 900 miliar euro, menurut Ecommerce Europe.
Selain itu, Amazon juga menyiapkan pemangkasan biaya pemenuhan paket di toko-tokonya di Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris, untuk menjaga daya saing terhadap e-commerce China.
Analisis: Dampak bagi Pedagang
Persaingan Harga Meningkat – Pedagang lokal harus menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.
Tekanan Margin – Penurunan komisi membantu, tetapi margin tetap menipis bagi produk murah.
Peluang Baru bagi Pedagang Global – Pedagang yang mampu memanfaatkan biaya rendah dan efisiensi logistik berpotensi menembus pasar internasional.
Persaingan e-commerce global kini bukan sekadar soal inovasi teknologi, tetapi juga strategi harga, logistik, dan penetrasi pasar. Pedagang yang adaptif akan mampu bertahan, sementara yang lambat bertransformasi berisiko kehilangan pangsa pasar.



















