Liputan24times – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam waktu dekat.
Menurutnya, target pertumbuhan sebesar 6% bukanlah hal yang sulit dicapai, bahkan 6,5% pun masih dalam jangkauan dengan strategi yang tepat.
“Saya berani bilang kalau 6% gampang, 6,5% gak susah-susah amat,” ujar Purbaya.
Namun, ia menekankan, pencapaian pertumbuhan yang lebih tinggi, misalnya 7-8%, akan membutuhkan upaya dan kerja keras ekstra dari semua pihak.
Memanfaatkan Dua Mesin Ekonomi
Purbaya menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: sektor swasta dan peran fiskal pemerintah.
Ia mencontohkan, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ekonomi Indonesia pernah tumbuh sekitar 6% dengan mesin utama sektor swasta, sementara pemerintah belum mengoptimalkan fiskal.
Sebaliknya, di era Presiden Joko Widodo, pertumbuhan hanya sekitar 5% meski fiskal pemerintah lebih dioptimalkan, tetapi perhatian terhadap sektor swasta kurang maksimal.
Kini, Purbaya mengusulkan kombinasi keduanya: penguatan sektor swasta sekaligus optimalisasi fiskal. Salah satunya dengan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di perbankan, untuk memperlonggar likuiditas sekaligus mempercepat penyaluran kredit.
Tak hanya itu, tambahan Rp 76 triliun juga disiapkan agar ekonomi bergerak lebih dinamis.
“Dengan langkah ini, ekonomi mulai jalan lagi. Suku bunga deposito turun, likuiditas membaik, dan sektor usaha mendapatkan ruang yang lebih besar untuk tumbuh,” jelasnya.
Target Kuartal IV-2025
Pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04%. Purbaya optimistis kuartal berikutnya bisa mencapai 5,5%, seiring penguatan konsumsi, investasi, dan kinerja sektor usaha.
Langkah-langkah pemerintah ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi yang lebih cepat, sekaligus mendukung target pertumbuhan tahunan di kisaran 6%-6,5%.
Catatan Strategis
Pendekatan kombinasi fiskal dan sektor swasta ini sekaligus mencerminkan strategi pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang masih bergejolak.
Dengan likuiditas yang memadai dan penyaluran kredit yang lancar, diharapkan investasi domestik dan konsumsi masyarakat dapat meningkat, sehingga memberikan dorongan nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya juga menekankan bahwa strategi ini perlu diiringi pengawasan yang ketat agar dana pemerintah yang disalurkan melalui perbankan dapat benar-benar memacu ekonomi dan tidak terserap untuk kegiatan yang tidak produktif.




















