Liputan24times – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menanggapi anggapan yang menyebut aktivitas perkebunan kelapa sawit sebagai biang kerok banjir di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menegaskan, tudingan tersebut harus diuji dan dibuktikan berdasarkan fakta di lapangan.
“Ya itu dicek saja lah, saya kira bisa dicek,” kata Sudaryono.
Menurut Sudaryono, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti menjadi penyebab bencana. Sikap tersebut, kata dia, telah ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
“Ini intinya Anda semua sudah lihat pernyataan Presiden kemarin di rapat Kabinet bahwa yang melanggar tidak ada ragu-ragu, Presiden pasti tindak semua, siapapun itu, nggak ada yang tidak bisa ditindak,” ujarnya.
Ia menambahkan, Presiden menyampaikan pernyataan tersebut secara terbuka dalam rapat kabinet yang disiarkan langsung. Pesan yang disampaikan, kata Sudaryono, menunjukkan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Presiden secara tegas di Rapat Kabinet, live di TV, pernyataan terbuka bahwa siapapun yang melanggar dan menyebabkan bencana ini harus ditindak, diusut dan tindak dihukum dengan hukuman yang setimpal, kira-kira gitu,” tegas dia.
Dengan demikian, Sudaryono menegaskan bahwa penanganan banjir di Sumatra, termasuk dugaan keterkaitannya dengan alih fungsi lahan, akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berlaku.




















