Liputan24times – Cedera Bruno Fernandes bukan sekadar kehilangan satu pemain bagi Manchester United. Lebih dari itu, Setan Merah seperti kehilangan denyut utama permainan mereka di musim ini.
Gelandang asal Portugal itu dipastikan harus menepi beberapa pekan usai mengalami cedera saat MU tumbang dari Aston Villa akhir pekan lalu. Fernandes ditarik keluar saat turun minum, dan sejak saat itu, kekhawatiran langsung menyelimuti kubu Old Trafford.
Bukan tanpa alasan. Statistik menunjukkan bahwa Bruno Fernandes adalah jantung permainan Manchester United musim ini.
Mesin Kreativitas MU
Di Liga Inggris 2025/2026, Fernandes sudah mencatatkan lima gol dan tujuh assist dari 17 pertandingan. Ia bukan hanya pemimpin daftar assist MU, tetapi juga kreator peluang terbanyak di Premier League sejauh ini.
Fernandes telah menciptakan 51 peluang, unggul jauh dari Jeremy Doku (Manchester City) yang berada di posisi kedua dengan 36 peluang. Kontribusinya membuat MU menjadi tim dengan jumlah peluang terbanyak di liga, yakni 207 peluang.
Angka-angka ini mempertegas satu hal: hampir semua serangan MU berawal dari kaki Bruno Fernandes.
Dominasi di Segala Aspek
Pengaruh Fernandes tak berhenti di statistik gol dan assist. Ia juga menjadi pemain MU yang paling dominan dalam berbagai aspek permainan. Mulai dari sentuhan bola terbanyak, rebutan penguasaan bola, hingga umpan silang dan umpan ke sepertiga akhir lapangan.
Tak hanya itu, Fernandes juga memimpin dalam umpan progresif, umpan terobosan, hingga umpan ke dalam kotak penalti. Bahkan, nilai expected goals (xG) dan expected assists (xA)-nya menjadi yang tertinggi di skuad MU.
Meski kerap dimainkan tidak di posisi naturalnya sebagai gelandang serang murni, Fernandes tetap menjadi penggerak utama dan “penggendong” tim.
Tugas Berat Amorim
Absennya Bruno Fernandes jelas menjadi tantangan besar bagi pelatih MU, Ruben Amorim. Tanpa sang kapten, MU bukan hanya kehilangan kreativitas, tetapi juga kehilangan sosok pemimpin di lapangan.
Kini Amorim dipaksa memutar otak mencari solusi. Siapa yang mampu mengisi ruang yang ditinggalkan Fernandes? Atau apakah MU harus mengubah pendekatan permainan mereka sepenuhnya?
Yang jelas, statistik berbicara tegas: Manchester United tanpa Bruno Fernandes adalah tim yang jauh lebih rapuh.




















