banner 728x250

Wirausaha UMKM Jadi Harapan Baru: Anggota DPR Rizal Bawazier Berdayakan Penyandang Thalasemia

  • Bagikan
banner 468x60

Batang,– Anggota DPR RI, Rizal Bawazier, menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung kemandirian penyandang Thalasemia. Melalui kegiatan bertajuk “Dolan Bareng Anak Thalasemia” yang diselenggarakan bersama Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang pada Sabtu, 12 Juli 2025, Rizal tak hanya mengajak puluhan anak dan orang dewasa penyandang Thalasemia berlibur di Desa Wisata Pandansari, Kabupaten Batang, tetapi juga membuka peluang baru bagi mereka untuk menjadi wirausaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Acara ini, yang bertujuan untuk menyegarkan semangat dan membuka wawasan baru, disambut antusias oleh para peserta. Rizal Bawazier mengungkapkan rasa syukurnya bisa berbagi kebahagiaan. “Alhamdulillah kita bisa bersama-sama dengan POPTI Batang mengajak anak-anak bersenang-senang liburan di Pandansari,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa anak-anak sangat menikmati berbagai wahana seperti outbound dan tubing, menjadikan momen ini sebagai penyegar semangat dari rutinitas di rumah sakit.

Example 300x600

Namun, visi Rizal Bawazier tidak berhenti pada rekreasi semata. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap aspirasi dari para penyandang Thalasemia dewasa yang ingin berkarya. Memahami kendala fisik yang sering mereka hadapi dalam mencari pekerjaan di lingkungan kerja normal, Rizal mengusulkan sebuah solusi inovatif: mendorong mereka menjadi pengusaha melalui pelatihan UMKM.

“Coba pikirkan, bagaimana daripada bekerja, mendingan kita pelatihan untuk menjadi pengusaha UMKM,” tegas Rizal, optimistis bahwa dengan keterampilan berwirausaha, penyandang Thalasemia dapat mencapai kemandirian ekonomi. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi terkait pernikahan bagi penyandang Thalasemia, mengingat risiko tinggi bahwa anak dari pernikahan sesama pembawa Thalasemia juga akan menjadi penyandang.

Thalasemia: Penyakit Keturunan dan Pentingnya Pencegahan
Dokter Spesialis Anak RSUD Batang, Tan Evi Susanti, menjelaskan lebih lanjut bahwa Thalasemia adalah penyakit bawaan, bukan menular. Pencegahan utamanya adalah dengan menghindari pernikahan antara sesama pembawa gen Thalasemia. “Jadi menikahlah dengan pasangan yang normal, yang tidak mempunyai keturunan penyandang Thalasemia,” ungkapnya.

Dr. Tan Evi juga memaparkan dua jenis Thalasemia: Thalasemia Mayor, yang mengharuskan penderitanya mendapatkan transfusi darah seumur hidup, dan Thalasemia Minor, di mana individu hanya sebagai pembawa gen (karier).

Harapan Hidup Meningkat dan Program “Zero Thalasemia” Batang
Data menunjukkan bahwa di Kabupaten Batang terdapat 41 penyandang Thalasemia, terdiri dari 23 anak-anak dan 19 orang dewasa. Meskipun masih ada penambahan kasus, trennya cenderung melambat. Hal ini tak lepas dari program “Zero Thalasemia” yang telah dijalankan Kabupaten Batang selama beberapa tahun terakhir, melalui skrining pranikah untuk mencegah lahirnya generasi baru penyandang Thalasemia.

Kabar baik lainnya, harapan hidup penyandang Thalasemia kini jauh lebih tinggi berkat kemajuan teknologi. “Zaman dulu sebelum ada transfusi darah, harapan hidup Thalasemia hanya sampai 3 tahun. Setelah ditemukan transfusi darah bisa sampai 20 tahun, dan dengan terapi kelasi besi bisa sampai usia tua 63 tahun bahkan lebih,” terang Dr. Tan Evi.

Ia menekankan bahwa kualitas hidup penderita Thalasemia dapat terus meningkat jika disertai dengan deteksi dini, transfusi yang teratur dengan kadar hemoglobin yang stabil, serta rutin menjalani terapi kelasi besi. Dengan penanganan yang tepat, pertumbuhan mereka akan lebih baik, semangat hidup meningkat, dan bahkan kecerdasan mereka juga lebih bagus.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Rizal Bawazier dan POPTI Batang dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang Thalasemia, tidak hanya melalui dukungan medis tetapi juga dengan membuka peluang baru untuk kemandirian dan kebahagiaan. Inisiatif mendorong mereka menjadi wirausaha UMKM merupakan langkah progresif yang patut dicontoh.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *