Liputan24times — Masa depan Florian Wirtz di Liverpool mulai diselimuti tanda tanya besar. Baru setengah musim berseragam The Reds, gelandang muda asal Jerman itu sudah diterpa spekulasi hengkang, dengan Real Madrid disebut sebagai tujuan potensialnya.
Nama Xabi Alonso menjadi faktor kunci di balik rumor tersebut. Mantan pelatih Wirtz di Bayer Leverkusen itu kini menukangi Real Madrid, dan menurut Dietmar Hamann, satu panggilan telepon saja dari Alonso bisa mengubah segalanya.
Adaptasi yang Tak Kunjung Matang
Liverpool mendatangkan Wirtz dengan banderol fantastis 100 juta paun pada musim panas lalu. Harga itu menjadikannya salah satu rekrutan termahal dalam sejarah klub. Namun sejauh ini, ekspektasi tinggi belum berbanding lurus dengan performa di lapangan.
Dari 22 pertandingan yang sudah dijalani, Wirtz baru mencatatkan tiga assist dan belum sekalipun mencetak gol. Di Liga Inggris yang dikenal keras dan cepat, ia tampak masih berjuang menemukan ritme terbaiknya.
Hamann menilai masalah utama Wirtz bukan kualitas teknik, melainkan tuntutan fisik Premier League yang terlalu ekstrem untuk gaya bermainnya saat ini.
Liga Champions Jadi Pembanding
Menariknya, penampilan terbaik Wirtz justru terlihat di Liga Champions. Menurut Hamann, tempo permainan di kompetisi Eropa lebih cocok dengan karakter sang pemain.
“Di Liga Champions, permainannya lebih terkontrol dan tidak sebrutal Liga Inggris. Itu membuat Wirtz terlihat lebih nyaman,” ujar Hamann.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Liverpool memang lingkungan yang tepat untuk perkembangan Wirtz?
Real Madrid dan Faktor Alonso
Di tengah ketidakpastian itu, Real Madrid muncul sebagai opsi yang dinilai paling masuk akal. Kehadiran Xabi Alonso, sosok yang memahami Wirtz luar dalam, bisa menjadi jalan keluar dari kebuntuan yang dialami sang pemain.
Hamann bahkan menegaskan, kepindahan ke Madrid hanya tinggal menunggu satu hal: keputusan Alonso.
“Dia tidak akan pergi di musim dingin, kecuali Alonso secara langsung menginginkannya,” tegas Hamann.



















