68 Tahun Merawat Tradisi, Ribuan Nelayan Asemdoyong Gelar Ritual Sedekah Laut “Baritan”

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

PEMALANG – Suasana pesisir Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang kembali berdenyut dengan nuansa spiritual dan budaya yang kental. Ribuan masyarakat nelayan setempat tumpah ruah merayakan tradisi Baritan atau Sedekah Laut yang berpusat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Asemdoyong, Rabu (17/6/2026).

​Memasuki tahun ke-68, ritual tahunan yang diinisiasi oleh KUD Mina “Misoyo Makmur” ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol kuat lestarinya budaya bahari di tanah Pemalang.

Example 300x600

​Hadir langsung di tengah-tengah sukacita warga, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie, jajaran kepala OPD terkait, serta unsur Forkopimca Taman.

​Dalam orasi budayanya, Bupati Anom Widiyantoro meluruskan esensi dari ritual tahunan ini. Ia menegaskan bahwa Baritan adalah warisan leluhur yang sarat akan nilai spiritualitas dan murni menjadi wadah ekspresi rasa syukur kepada Sang Pencipta.​”Ini adalah wujud ketakwaan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Sedekah laut ini sama sekali bukanlah bentuk penyembahan kepada selain-Nya, melainkan sebuah ekspresi spiritualitas atas melimpahnya berkah hasil laut yang selama ini menghidupi masyarakat,” tegas Bupati Anom.

​Secara teknis, prosesi Baritan kali ini ditandai dengan pelepasan tiga buah ambeng (sesaji/gunungan hasil bumi dan laut) yang diangkut menggunakan tiga jenis kapal khas nelayan setempat, yakni kapal cantrang, garok, dan gemplo atau waring. Pelepasan ini menjadi simbol keberagaman sekaligus kesatuan tekad para nelayan dalam mengais rezeki di laut lepas.

​Rangkaian acara sendiri berlangsung semarak. Sejak pagi, masyarakat sudah disuguhkan dengan arak-arak atau pawai perahu yang memadati alur sungai menuju titik pelarungan di laut lepas.

​Bupati Anom pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh warga dan elemen yang terlibat dalam menjaga konsistensi budaya yang telah bertahan hampir tujuh dekade ini.

​”Melihat antusiasme hari ini, saya melihat bukti nyata komitmen masyarakat dalam merawat warisan leluhur. Semoga ikhtiar bersama ini membawa keberkahan, melipatgandakan rezeki, serta memberikan keselamatan bagi seluruh nelayan saat melaut,” harapnya.

​Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah, Bupati secara simbolis menyerahkan ambeng laut utama kepada panitia, sekaligus memberikan piagam penghargaan kepada para nakhoda dan juru mudi kapal yang bertugas membawa ambeng menuju lokasi pelarungan.

​Di sisi lain, kesuksesan gelaran Baritan ke-68 ini tidak lepas dari kuatnya ikatan gotong royong warga pesisir. Ketua Panitia Acara, Kholidin, mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan dan operasional kegiatan ini murni bersumber dari swadaya masyarakat nelayan serta para donatur lokal.

​”Kegiatan ini merupakan bentuk totalitas rasa syukur kami selaku masyarakat pesisir. Lebih dari itu, ini adalah upaya kolektif kami agar generasi muda tidak lupa pada akar tradisi dan budayanya sendiri,” pungkas Kholidin.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *