​Gandeng Polri, Pemkab Pemalang Terjunkan Bhabinkamtibmas untuk Buru Kasus TB Paru

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG – Upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) Paru di Kabupaten Pemalang mendapat suntikan kekuatan baru. Polres Pemalang secara resmi menerjunkan personel Bhabinkamtibmas sebagai petugas pelacak (tracer) lapangan guna mempercepat penemuan dan penanganan kasus penyakit menular tersebut di masyarakat.

​Dimulainya program bertajuk “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (8/6/2026). Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, serta Kepala Dinas Kesehatan Pemalang Wiji Mulyati.

Example 300x600

​AKBP Rendy Setia Permana menegaskan, peluncuran program di tingkat polres ini merupakan gerak cepat dalam menindaklanjuti instruksi Polda Jawa Tengah. Mengingat tingginya prevalensi TB di Indonesia, korps kepolisian berkomitmen penuh menyinergikan kekuatannya bersama dinas kesehatan setempat.​”Penyakit ini menular melalui percikan ludah (droplet), sehingga penanganannya harus taktis dan terukur. Lewat program ini, kami mengoptimalkan pelacakan kontak erat, menggencarkan edukasi ke warga, serta membekali petugas lapangan dengan pelatihan khusus,” jelas Kapolres Rendy.

​Ia juga meminta masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat jika merasakan atau menemui gejala yang mengarah pada infeksi TB Paru.

​Urgensi kolaborasi ini dipertegas oleh data yang dipaparkan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Merujuk pada catatan Kementerian Kesehatan RI per 28 April, Indonesia saat ini masih menduduki peringkat kedua global untuk beban kasus TB tertinggi di dunia.

​Khusus di Kabupaten Pemalang sendiri, estimasi sebaran kasus TB diperkirakan menyentuh angka 4.620 kasus. Dari jumlah target tersebut, baru sekitar 1.400 kasus yang berhasil diidentifikasi, dan 1.237 pasien di antaranya telah masuk dalam fase pengobatan.

​”Melihat angka tersebut, jelas kita masih menghadapi pekerjaan rumah yang sangat besar,” ungkap Bupati Anom.

​Menurut Anom, karakter bakteri TB yang tidak kasat mata membuat penanganan penyakit ini membutuhkan kejelian tingkat tinggi. Pola yang wajib diterapkan adalah pelacakan (tracing) yang agresif, pemeriksaan medis yang akurat, serta pengobatan intensif tanpa terputus sampai pasien benar-benar dinyatakan sembuh total.

​Sebelumnya, Pemkab Pemalang telah menggulirkan program Cek Kesehatan Gratis dengan menggerakkan nakes serta aparat dari level kecamatan hingga desa. Kehadiran jajaran kepolisian dalam mem-back up pelacakan kontak dinilai Bupati sebagai amunisi krusiasi yang akan melipatgandakan kecepatan penemuan kasus di titik-titik tersembunyi.

​Di akhir sambutannya, Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan beserta seluruh perangkat daerah dan jajaran desa untuk bekerja secara solid, presisi, dan kontinu. Ia meminta evaluasi berkala mengenai dinamika lapangan terus dilaporkan agar kendala yang muncul bisa langsung diintervensi.

​“Edukasi dan sosialisasi kepada warga tidak boleh menjadi agenda satu hari saja. Ini harus digelorakan terus-menerus demi mendongkrak kesadaran kolektif masyarakat,” pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *