banner 728x250

Anom Widiyantoro: Pemalang Maju Berkat Tiga Pilar dan Kolaborasi

  • Bagikan
Anom Widiyantoro: Pemalang Maju Berkat Tiga Pilar dan Kolaborasi
Anom Widiyantoro: Pemalang Maju Berkat Tiga Pilar dan Kolaborasi
banner 468x60

JAKARTA – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, baru-baru ini menjadi sorotan dalam program “Nusa Raya” Kompas TV dan Kompas.com, sebuah platform unggulan yang menyoroti potensi dan inovasi daerah. Dalam kunjungan ke Kantor Kompas.com pada Rabu (2/7/2025), Anom Widiyantoro memaparkan visi kepemimpinannya yang berpusat pada tiga pilar utama dan prinsip kolaborasi untuk memajukan Kabupaten Pemalang.

Dalam perbincangan berdurasi 30 menit tersebut, Bupati Anom memulai dengan membahas filosofi “tiga pilar” yang menjadi fondasi kepemimpinannya: ulama, umaro (pemimpin), dan umat (masyarakat). Baginya, ketiga komponen ini adalah representasi dari masyarakat Pemalang, dan tanpa kebersamaan serta gotong royong, sulit untuk membawa pembangunan ke depan. “Gotong-royong untuk menciptakan masyarakat gemah ripah loh jinawi, harus ketiganya punya peran yang optimal dan maksimal,” tegas Anom.

Example 300x600

Prinsip kolaborasi juga menjadi inti dari gaya kepemimpinannya. Anom Widiyantoro menekankan bahwa semua pihak harus terlibat, karena Sumber Daya Manusia (SDM) adalah bagian dari pemangku kepentingan yang harus memiliki tujuan yang sama. “Kalau kita bergerak sendiri, pikir sendiri, maunya sendiri ya, segala sesuatu nggak mungkin bisa tercapai seperti itu,” ujarnya, menyoroti pentingnya sinergi.

Ketika disinggung mengenai pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pemalang pada tahun 2025, Anom mengungkapkan optimisme. Pada semester pertama, angka pertumbuhan ekonomi sudah berada di atas 5%. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah terkait pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Terkait penyerapan tenaga kerja, Pemalang telah berhasil menyerap 5.588 tenaga kerja, dengan mayoritas di sektor industri alas kaki, sebagian besar berkat relokasi investasi dari para investor.

Tidak hanya fokus pada ekonomi, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Anom Widiyantoro mengulas pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebuah program nasional yang diluncurkan di Puskesmas Kabunan dan ditujukan untuk seluruh masyarakat Pemalang. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Di akhir sesi, perbincangan beralih ke program lingkungan. Bupati Anom menjelaskan program RAPSODI (Resik Hijau Apik Peduli Silaturahmi Organisatoris Digitalisasi dan Ikhlas) yang sudah diterapkan di desa-desa, mendorong masyarakat untuk aktif membersihkan lingkungan. Ia juga mengakui bahwa masalah sampah masih dalam fase kedaruratan, namun Pemkab Pemalang berkomitmen untuk beralih ke fase pengelolaan yang lebih baik dengan menyediakan platform dan sosialisasi agar masyarakat mulai memilah sampah.

Menyikapi masalah banjir rob yang masih menjadi tantangan di wilayah pesisir Pemalang, Bupati Anom mengharapkan atensi dan memohon bantuan dari Menteri Pekerjaan Umum serta pemangku kepentingan lainnya. Sebagai langkah konkret, Pemkab Pemalang sedang gencar melakukan penanaman 15 juta mangrove dalam program “Mageri Segoro”, sebuah inisiatif ambisius untuk membuat pantai lebih aman dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim.

Usai acara tapping, Bupati Anom beserta jajaran Kompas juga menyempatkan diri meninjau kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, menandai komitmen Pemalang untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan daerah.

Editor: Redaksi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *