Liputan24Times — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan membawa banyak manfaat, namun juga memunculkan ancaman baru di dunia digital.
Salah satunya adalah maraknya telepon penipuan yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru suara orang lain.
Menjawab tantangan tersebut, Google menghadirkan fitur keamanan terbaru yang dirancang untuk membantu pengguna Android mengenali panggilan palsu sebelum menjadi korban penipuan.
Google resmi memperkenalkan fitur Fake Call Detection atau Deteksi Panggilan Palsu untuk perangkat Android.
Fitur ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penipuan yang menggunakan teknologi AI deepfake untuk meniru suara keluarga, teman, maupun kontak terpercaya lainnya.
Menurut Google, pelaku kini tidak hanya memakai nomor asing, tetapi juga dapat menyamarkan identitas dan suara agar terlihat meyakinkan.
Modus seperti ini sering digunakan untuk meminta uang atau informasi penting dengan alasan keadaan darurat.
Fitur Fake Call Detection bekerja dengan sistem verifikasi digital antarperangkat.
Saat pengguna menerima panggilan dari kontak yang tersimpan, perangkat akan memeriksa keaslian sumber panggilan melalui proses yang disebut digital handshake.
Jika sistem menemukan ketidaksesuaian atau menduga ada upaya penyamaran identitas, Android akan menampilkan peringatan kepada pengguna dan menyarankan untuk segera mengakhiri panggilan.
Google mulai menggulirkan fitur ini secara global pada Juni 2026 melalui aplikasi Phone by Google untuk perangkat Android 12 ke atas.
Peluncuran awal difokuskan pada lini smartphone Pixel sebelum diperluas ke perangkat Android lainnya.
Dengan hadirnya fitur ini, Google berharap pengguna dapat lebih terlindungi dari ancaman telepon scam yang semakin canggih berkat bantuan teknologi AI.



















