PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang memberikan penghormatan khusus bagi para pejuang kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan bencana. Bertempat di Aula Balai Desa Cikendung, Jumat (10/04/2026), Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyerahkan secara simbolis bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta piagam penghargaan kepada 18 relawan yang dinilai berdedikasi tinggi.
Acara yang dibalut dalam suasana halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan unsur relawan. Tercatat sekitar 300 peserta hadir, terdiri dari 50 perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 250 relawan dari berbagai organisasi kebencanaan.
Penghargaan untuk “Pahlawan” Banjir Bandang
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anom menyerahkan bantuan BTT dari Provinsi Jawa Tengah yang ditujukan bagi warga terdampak banjir bandang di tiga desa, yakni Desa Penakir, Clekatakan, dan Sima.
Tak hanya bantuan materil, pemerintah juga memberikan piagam penghargaan kepada 18 relawan yang aktif bertugas di Posko Utama Bencana Banjir Bandang Kecamatan Pulosari dan Moga. Nama-nama seperti Dwi Sulistyawan, Abdullah Musa, hingga dr. Agus Muttaqien masuk dalam daftar penerima penghargaan atas pengabdian tanpa lelah mereka.”Tidak ada hal yang lebih mulia selain mendapatkan keberkahan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Nilai kesetiakawanan dan kepedulian sosial yang kalian tunjukkan adalah kasta tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Anom dalam sambutannya.
Relawan Sebagai Teladan Aparatur Sipil
Bupati Anom mengakui bahwa meski pelayanan pemerintah masih memiliki keterbatasan, semangat para relawan justru menjadi pemantik bagi jajaran birokrasi. Ia berharap semangat kolaborasi tanpa batas ruang dan waktu yang ditunjukkan relawan dapat dicontoh oleh perangkat daerah, kecamatan, hingga desa.
”Bahkan relawan Pemalang tetap berkiprah hingga ke kabupaten tetangga dan luar provinsi. Atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan pengorbanan waktu serta tenaga tersebut,” tambahnya.
Mitigasi dan Anggaran Jadi Prioritas
Menyadari kerentanan wilayah Pemalang terhadap bencana—terutama yang terjadi selama masa Ramadan hingga Syawal tahun ini—Bupati menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam penanganan bencana.
Ia menginstruksikan BPBD dan seluruh perangkat daerah untuk mulai mengalokasikan anggaran khusus penanggulangan bencana secara lebih terencana. Selain fokus pada perbaikan infrastruktur jembatan dan jalan yang rusak, aspek edukasi dan mitigasi risiko kepada masyarakat kini menjadi prioritas utama.
”Dari setiap bencana kita belajar bahwa semua yang kita miliki bisa hilang dalam sekejap. Oleh karena itu, penanganan kebencanaan harus menjadi perhatian utama kita semua,” tegasnya.
Mempererat Silaturahmi Kebencanaan
Kepala BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin, selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan koordinasi antarunsur kebencanaan.
”Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat komitmen dan semangat kebersamaan. Sinergi ini sangat krusial agar penanggulangan bencana di Kabupaten Pemalang semakin efektif dan tanggap,” pungkas Agus.
Daftar 18 Relawan Penerima Penghargaan:
- Dwi Sulistyawan | 2. Abdullah Musa | 3. dr. Agus Muttaqien | 4. Khoirun Yusuf | 5. Sukarno | 6. Angga Kurniawan Adi | 7. Trisna Junianto | 8. Sartono | 9. Untung Yanuar Nurdiansyah | 10. Iwan Maftubi | 11. Ahmad Mufathirrizzaq | 12. Naelul Ator | 13. Karmo Widodo | 14. Adham Setiyono | 15. Dave Junanda | 16. Marso | 17. Kismanto | 18. Daryo.



















