Bolehkah Penderita GERD Puasa Ramadhan? Simak Syarat dan Tips dari Dokter

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24times – Berubahnya pola makan selama puasa Ramadhan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi penderita GERD (gastroesophageal reflux disease) dan asam lambung.

Kekhawatiran tersebut biasanya hadir, lantaran anggapan bahwa perut kosong dalam waktu lama dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan memperparah keluhan.

Example 300x600

Namun, dokter Fery Juliawan, menegaskan bahwa penderita GERD pada prinsipnya tetap boleh menjalankan puasa, selama kondisi lambung dalam keadaan stabil dan tidak sedang kambuh.

“Kalau punya masalah maag yang akut, tentu harus diobati terlebih dahulu. Tapi kalau saat ini tidak ada keluhan dan tidak kambuh, maka tidak ada masalah untuk berpuasa,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Dr Ferry TV, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, dalam banyak kasus justru terjadi perbaikan kondisi pencernaan saat seseorang menjalankan puasa Ramadhan.

Salah satu penyebab utamanya adalah pola makan yang menjadi lebih teratur dibandingkan hari-hari biasa.

Pada hari normal, kebiasaan makan tidak teratur, sering ngemil, serta konsumsi makanan berlemak dan pedas menjadi pemicu utama naiknya asam lambung.

Saat puasa, kebiasaan tersebut cenderung berkurang karena waktu makan lebih terkontrol, yakni saat sahur dan berbuka.

“Yang penting tetap sahur dan berbuka dengan cara yang baik, tidak berlebihan, serta memilih makanan yang ramah untuk lambung,” jelasnya.

Tak hanya soal pola makan, aktivitas ibadah selama bulan Ramadhan juga dinilai memberi dampak positif bagi kesehatan lambung.

Kegiatan seperti sholat, berdzikir, dan memperbanyak doa membantu menciptakan ketenangan jiwa.

Kondisi mental yang lebih tenang diketahui dapat menurunkan produksi asam lambung berlebih.

Stres sendiri merupakan salah satu faktor utama yang sering memperparah gejala GERD.

“Ketenangan jiwa yang dirasakan saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan itu merupakan hal positif bagi kesehatan lambung,” tambahnya.

Meski demikian, penderita GERD tetap disarankan memperhatikan beberapa hal berikut agar puasa tetap aman:

Tidak melewatkan sahur

Menghindari makanan terlalu pedas, asam, dan berlemak saat sahur maupun berbuka

Tidak langsung berbaring setelah makan

Tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan

Apabila keluhan asam lambung sering kambuh atau terasa berat, konsultasi ke dokter tetap dianjurkan sebelum menjalankan puasa secara penuh, demi menjaga kesehatan dan kenyamanan selama Ramadhan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *