Bot dan AI Agent Kini Kuasai Mayoritas Trafik Internet Dunia

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24Times – Perkembangan kecerdasan buatan semakin mengubah wajah internet global.

Laporan terbaru Cloudflare menunjukkan bahwa aktivitas bot dan AI agent kini menyumbang porsi terbesar lalu lintas internet dunia, bahkan melampaui pengguna manusia untuk pertama kalinya.

Example 300x600

Data Cloudflare Radar mencatat bot dan AI agent menghasilkan sekitar 57,4 persen trafik internet global, sementara aktivitas manusia hanya menyumbang 42,6 persen.

CEO Cloudflare, Matthew Prince, menjelaskan bahwa kategori bot mencakup crawler mesin pencari, alat pemantauan situs, scraper otomatis.

Hingga AI agent yang menjelajahi web untuk mengumpulkan informasi dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.

Menurutnya, lonjakan penggunaan AI agent terjadi jauh lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

Sistem AI modern kini aktif mencari data, merangkum konten, dan menjawab pertanyaan pengguna secara otomatis sehingga menghasilkan trafik yang sangat besar.

Menariknya, kondisi di Indonesia masih berbeda. Cloudflare mencatat trafik internet nasional masih didominasi manusia dengan porsi sekitar 54 persen, sedangkan bot berada di angka 46 persen.

Data tersebut menunjukkan pengguna internet Indonesia masih lebih sering mengakses web secara langsung dibanding melalui bantuan AI atau bot.

Temuan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai Dead Internet Theory, yaitu teori yang menyebut sebagian besar aktivitas internet sebenarnya berasal dari sistem otomatis, bukan manusia.

Seiring pesatnya perkembangan AI, teori tersebut kini kembali menjadi sorotan.

Cloudflare memprediksi ekosistem internet ke depan akan mengarah pada model pay to crawl, di mana perusahaan AI harus membayar untuk mengakses dan mengambil data dari situs web.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *