WhatsApp Rentan Disadap dari Jarak Jauh, Ini Langkah Cepat untuk Mengamankan Akun

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24Times — Ancaman penyadapan akun WhatsApp kembali menjadi perhatian pengguna smartphone di berbagai negara. Meski WhatsApp sudah memakai sistem keamanan berlapis seperti enkripsi end-to-end dan verifikasi dua langkah, celah keamanan masih bisa muncul akibat kelalaian pengguna sendiri.

Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa akun WhatsApp yang diretas dapat membuka akses ke data pribadi, percakapan penting, hingga informasi finansial dikutip dari The Sun Jumat, (8/5/2026).

Example 300x600

Karena itu, pengguna perlu segera mengambil tindakan saat menemukan tanda-tanda akun WhatsApp disusupi perangkat asing atau dipakai tanpa izin.

WhatsApp memang menghadirkan sistem keamanan yang cukup kuat untuk melindungi privasi pengguna.

Namun, perlindungan tersebut tidak sepenuhnya mampu mencegah aksi penyadapan jika pengguna lengah saat memakai aplikasi.

Kasus penyadapan WhatsApp umumnya terjadi ketika pengguna tanpa sadar membagikan kode OTP kepada pihak lain atau lupa keluar dari akun WhatsApp yang login di perangkat asing.

Dalam kondisi tertentu, pelaku bahkan bisa mengakses akun dari jarak jauh tanpa diketahui pemiliknya.

Karena itu, pengguna perlu segera mengambil langkah pengamanan ketika menemukan aktivitas mencurigakan pada akun WhatsApp mereka.

1. Keluarkan Akun dari Perangkat Asing

Langkah pertama yang paling penting adalah memeriksa perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp.

Pengguna bisa membuka menu “Perangkat Tertaut” atau “Linked Devices” melalui aplikasi WhatsApp di ponsel utama.

Jika muncul perangkat yang tidak dikenal, segera pilih perangkat tersebut lalu tekan opsi “Keluar” atau “Logout”. Cara ini langsung memutus akses pelaku dari akun WhatsApp pengguna.

Metode ini efektif menghentikan penyadapan yang memanfaatkan fitur WhatsApp Web atau perangkat tertaut lainnya.

2. Login Ulang untuk Ambil Alih Akun

Pengguna juga bisa mengambil kembali akun WhatsApp dengan melakukan login ulang menggunakan nomor telepon yang sama.

Caranya cukup menghapus aplikasi WhatsApp, lalu memasangnya kembali dari toko aplikasi resmi.

Setelah itu, lakukan login menggunakan nomor aktif dan masukkan kode OTP enam digit yang dikirim melalui SMS.

Saat pengguna berhasil memverifikasi akun, WhatsApp otomatis mengeluarkan perangkat lain yang sebelumnya memakai akun tersebut tanpa izin.

Jika pelaku sudah mengaktifkan verifikasi dua langkah, pengguna mungkin perlu memasukkan PIN tambahan.

Bila tidak mengetahui PIN tersebut, pengguna harus menunggu beberapa hari sebelum bisa masuk kembali tanpa kode verifikasi tambahan.

3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Untuk mencegah akun kembali diretas, pengguna sebaiknya segera mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah.

Fitur ini menambahkan lapisan keamanan berupa PIN enam digit yang wajib dimasukkan saat login ke akun WhatsApp di perangkat baru.

Dengan begitu, pelaku tidak bisa mudah mengambil alih akun hanya dengan kode OTP.

Pengguna dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui menu Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah.

4. Laporkan ke Dukungan Resmi WhatsApp

Jika akun tetap bermasalah atau tidak bisa dipulihkan, pengguna dapat menghubungi tim dukungan resmi WhatsApp melalui email support@whatsapp.com.

Dalam laporan tersebut, pengguna sebaiknya menjelaskan kronologi kejadian secara detail, termasuk waktu akun mulai bermasalah dan dugaan metode penyadapan yang digunakan pelaku.

Tim WhatsApp nantinya akan melakukan investigasi untuk membantu memulihkan akses akun pengguna.

Waspadai Tanda-Tanda WhatsApp Disadap

Pengguna juga perlu mengenali beberapa ciri akun WhatsApp yang kemungkinan sudah diretas, seperti:

  1. Akun tiba-tiba logout sendiri
  2. Muncul perangkat asing di menu “Perangkat Tertaut”
  3. Pesan terbaca padahal belum dibuka
  4. OTP masuk tanpa permintaan login
  5. Kontak menerima pesan aneh dari akun pengguna

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan pengamanan agar data pribadi tidak jatuh ke tangan pihak lain.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *