​Cegah Abrasi Pesisir, Kodim Pemalang Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Ulujami

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG — Kawasan pesisir Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang kini punya “benteng hijau” baru. Guna mengantisipasi ancaman abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pantai, Kodim 0711/Pemalang menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove serentak pada Senin (25/5/2026).

​Aksi lingkungan yang mengusung tema “TNI AD Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh” ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program penghijauan pesisir serentak jajaran TNI AD yang terhubung via video conference dengan Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya.

Example 300x600

​Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif menegaskan bahwa penanaman mangrove ini bukan sekadar agenda seremonial di atas kertas, melainkan sebuah investasi lingkungan jangka panjang yang krusial bagi hajat hidup warga pesisir.  ​“Mangrove memiliki peran vital dalam menahan gelombang pasang dan mencegah abrasi. Lebih dari itu, hutan mangrove yang lestari akan menjadi habitat biota laut yang nantinya bermuara pada peningkatan ekonomi nelayan setempat,” ujar Letkol Inf Muhammad Arif di lokasi penanaman.

​Sinergi Lintas Sektor demi Kelestarian Pantai

​Gerakan peduli lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen di Kabupaten Pemalang. Kehadiran para pejabat daerah menegaskan komitmen bersama dalam mitigasi bencana di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

​Turut hadir dalam aksi tersebut,

Kajari Pemalang: Ibu Rina Idawani, S.H., C.N., M.M, Pemerintah Kabupaten: Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Ahmady Stiawan Widatmojo, AP., M.M. (mewakili Bupati Pemalang), ​Polres Pemalang: Kabag Log Kompol Siswanto, S.I.P. dan Kapolsek Ulujami AKP Trinov, ​Aparatur Kecamatan & Desa: Camat Ulujami Waluyo, S.STP., M.P., serta Kepala Desa Ketapang Sutopo.

​Dandim menambahkan, keberhasilan menjaga ekosistem pesisir tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Perlu ada sinergi yang berkelanjutan antara TNI, kepolisian, pemerintah daerah, dan yang paling utama adalah masyarakat sebagai garda depan perawat lingkungan.

​”Kami berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam ini. Dengan lingkungan yang terjaga, ketahanan wilayah akan semakin kuat,” tambah Dandim.

​Mitigasi Bencana Nasional Besutan TNI AD

​Secara nasional, program penanaman mangrove serentak ini dipantau langsung oleh Markas Besar Angkatan Darat. Melalui saluran digital, Waas Ter Kasad Bidang Binter, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, S.E., menjelaskan bahwa TNI AD secara rutin memetakan wilayah pesisir yang rawan terdampak erosi air laut.

​Menurut Brigjen TNI Boemi, gerakan ini sudah menyasar berbagai titik kritis di jalur pantai utara (pantura) dan selatan Jawa, mulai dari kawasan Segara Anakan di Cilacap, pesisir Demak, hingga merambah ke wilayah Pemalang.

​Selain sebagai fungsi mitigasi bencana dan benteng alami dari terjangan ombak ekstrem, hutan mangrove yang subur diproyeksikan mampu mendongkraf produktivitas kawasan pesisir, sehingga masyarakat lokal dapat merasakan dampak ekonominya secara langsung. (Pen/0711)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *