PEMALANG Liputan24times– Lapangan sepak bola Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi pusat perhatian saat ribuan warga memadati lokasi untuk Pembukaan Festival Mangga Tahun 2025 pada Sabtu siang (1/11/2025). Acara ikonik ini tak hanya menjadi perayaan hasil panen, tetapi juga momentum untuk menunjukkan sinergi kuat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.ST.M.K., dengan didampingi langsung oleh Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., bersama dengan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M. Kehadiran Dandim secara khusus menonjolkan dukungan penuh TNI terhadap agenda pembangunan dan pelestarian budaya daerah.
Festival yang digagas oleh Ketua Panitia Endro Johan Kusuma ini dihadiri sekitar 1.500 peserta, termasuk unsur Forkopimda lengkap. Selain Dandim, turut hadir Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, S.I.K., S.H., M.M., Dansatradar 403 Tegal Letkol Lek Indra Febrian Nugraha, dan Kajari Pemalang Rina Idawani, S.H., C.N., M.M.
Pendampingan yang dilakukan oleh Dandim 0711/Pemalang sejak awal acara menunjukkan komitmen tinggi jajaran TNI dalam mendukung setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempromosikan potensi daerah.
Pembukaan festival yang diawali dengan doa bersama dan laporan penyelenggara, dilanjutkan dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur, kemudian memuncak pada tradisi “Grebeg Gunungan Mangga”, simbol syukur atas melimpahnya hasil panen.
Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan bahwa Festival Mangga ini telah menjadi agenda rutin yang diperkuat oleh dukungan semua pihak, termasuk aparat keamanan.
“Mengusung tema ‘Menyatukan Rasa Menuju Istana’, festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan upaya konkret dalam menyatukan berbagai potensi masyarakat,” jelas Bupati.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.ST.M.K. menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan masyarakat Desa Penggarit.
“Desa Penggarit layak dijadikan contoh kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat di Jawa Tengah. Festival ini harus terus dijaga dan dilestarikan, bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat serta mendukung perekonomian lokal,” ungkap Gubernur Luthfi.
Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int. terlihat aktif mendampingi Gubernur selama kegiatan, menegaskan bahwa Festival Mangga 2025 berhasil memperkuat sinergi antara unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Pemalang.
Festival yang berlangsung selama tiga hari (31 Oktober – 2 November 2025) ini diharapkan dapat mempromosikan produk unggulan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menciptakan daya tarik wisata baru di Kabupaten Pemalang.



















