PEMALANG Liputan24times– Pengelolaan sampah seringkali menjadi masalah klasik yang dihadapi banyak daerah. Namun, di Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, sebuah inisiatif komunitas bernama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bulakan Bersih telah mengubah pandangan tersebut, membuktikan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga sumber daya yang berharga.
Dipimpin oleh Dindin, KSM Bulakan Bersih menjalankan misi ambisius: menuntaskan persoalan sampah di tingkat desa, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi dan energi.
Aktivitas KSM Bulakan Bersih dimulai dari proses hulu ke hilir. Setiap hari, anggota KSM aktif melakukan pengambilan sampah dari rumah-rumah warga, toko, dan warung di seluruh Desa Bulakan menggunakan kendaraan roda tiga.

Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) milik KSM untuk dipilah dan dikelola.
Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, botol kaca, kardus (dus-dus), dan kaleng, dipilah, dipadatkan (seperti yang terlihat menggunakan mesin press), dan dijual kembali. Hasil penjualan ini menjadi sumber pendanaan utama untuk operasional KSM.
Bagian paling menarik dari inisiatif ini adalah penanganan sampah plastik yang sulit terurai. Alih-alih dibuang ke TPA, sampah plastik ini diolah melalui proses pirolisis untuk menghasilkan minyak setara solar. Minyak ini digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin operasional di TPS3R KSM Bulakan Bersih.
Inovasi KSM Bulakan Bersih tidak berhenti di situ. Mereka bahkan berhasil menciptakan Bahan Bakar Minyak (BBM) setara Premium yang mereka beri nama “BENDIN” (Synthetic Gasoline).
BBM mandiri ini secara khusus digunakan untuk menunjang operasional kendaraan roda tiga pengangkut sampah mereka. “Alhamdulillah, dengan adanya Bendin ini, biaya untuk solar dan bensin kami sudah bisa teratasi,” ujar Dindin, Senin (24/11/2025).

Langkah ini menunjukkan keberhasilan KSM dalam mengatasi salah satu biaya operasional terbesar, yaitu bahan bakar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi konvensional.
Menyadari potensi setiap jenis sampah, KSM Bulakan Bersih juga telah merencanakan pengembangan lebih lanjut untuk sampah organik. Dindin mengungkapkan bahwa ke depannya, mereka akan berinovasi untuk mengolah sampah organik menjadi, Pupuk Basah, Pupuk Kering, Biogas Dengan sistem pengelolaan yang komprehensif ini.
KSM Bulakan Bersih tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas dan menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di desa mereka.
“Sampah selesai di desa, desa bersih dan sehat,” tutup Dindin, merangkum visi besar KSM Bulakan Bersih, sebuah desa yang mandiri, bersih, dan lestari, dimulai dari tangan-tangan penggerak yang bertanggung jawab terhadap setiap kantong sampah.




















