Gandeng PTPN I, Rizal Bawazier Gelar Sosialisasi Ketahanan Pangan di Pekalongan

  • Bagikan
banner 468x60

PEKALONGAN – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3 menggelar Seminar Sosialisasi Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

​Agenda tersebut dilaksanakan sebagai langkah responsif terhadap tantangan geopolitik global dan dampak perubahan iklim yang memengaruhi sektor pertanian di tingkat daerah.

Example 300x600

​Rizal Bawazier, yang bertugas di Komisi VI DPR RI dengan lingkup bidang BUMN, perdagangan, dan industri, menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak dasar masyarakat yang memerlukan penanganan prioritas. Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah ini, penguatan sektor pangan harus dimulai dari integrasi kebijakan di tingkat akar rumput.

​”Ketahanan pangan nasional tidak akan bisa tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara kebijakan regulasi di pusat, peran aktif BUMN sebagai motor penggerak, dan kesiapan para petani di daerah. Kita harus mengoptimalkan setiap jengkal lahan produktif agar mampu menjawab kebutuhan pasar domestik,” kata Rizal kepada wartawan di Pekalongan.

​Seminar ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah Pekalongan Raya, meliputi kelompok tani lokal, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan, akademisi, serta generasi muda yang bergerak di bidang agribisnis.

​Dalam sesi pemaparan materi, perwakilan dari manajemen PTPN I Regional 3 bersama Rizal Bawazier memaparkan sejumlah strategi penataan sektor pertanian. Pembahasan difokuskan pada tiga poin utama, yaitu implementasi modernisasi pertanian, penerapan teknologi tepat guna untuk lahan daerah, serta pengelolaan manajemen distribusi hasil panen.

​Melalui program edukasi ini, para petani dan pelaku industri pangan lokal diharapkan dapat memahami tata kelola pascapanen guna memotong rantai pasok distribusi yang panjang. Langkah ini diproyeksikan dapat menjaga stabilitas harga baik di tingkat produsen maupun konsumen.

​Melalui sosialisasi ini, Rizal menambahkan, pihak legislatif mendorong terbentuknya klaster-klaster pangan mandiri baru di wilayah Kabupaten Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, serta Kabupaten Batang. Program tersebut ditargetkan dapat berkontribusi langsung pada pemenuhan target swasembada pangan nasional.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *