banner 728x250

Gubernur Luthfi Apresiasi Inovasi Desa Penggarit di Festival Mangga Pemalang

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan pujian dan rasa bangganya terhadap Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Apresiasi tersebut diungkapkan Gubernur saat meresmikan pembukaan Festival Mangga yang menarik ribuan pengunjung di lapangan desa setempat, Sabtu (1/11/2025).

Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, Bupati Tegal, jajaran Forkopimda Pemalang, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Pemalang, serta pejabat Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai motor penggerak ekonomi baru. Ia mendorong agar setiap kepala desa memiliki daya dobrak dan inisiatif untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing.
“Contohnya Kepala Desa Penggarit. Penggarit ini memiliki potensi mangga, dan juga kambing,” puji Gubernur, menunjuk pada dua komoditas unggulan desa tersebut.

Example 300x600

Sebelumnya, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menjelaskan bahwa Festival Mangga ini diselenggarakan sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, mempromosikan produk unggulan daerah, serta menggiatkan ekonomi lokal dan sektor pariwisata.
Bupati Anom merinci, festival ini tidak hanya bertujuan mempromosikan mangga istana Pemalang yang telah dikenal di kancah nasional, tetapi juga memberikan petani wadah penjualan yang dapat menawarkan harga yang lebih stabil dan layak bagi hasil panen mereka. Hal ini sekaligus sebagai langkah nyata untuk meningkatkan pendapatan petani.

Lebih lanjut, Bupati Anom menambahkan bahwa acara ini berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Dengan menarik pengunjung dari luar daerah, festival ini diprediksi membawa dampak positif bagi sektor akomodasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta industri ekonomi kreatif di Pemalang.
“Pelestarian budaya (kesenian) dan alam menjadi fokus penting dalam festival ini, dengan harapan produksi mangga dapat dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tutur Anom.

Bupati Anom berharap Festival Mangga dapat menjadi daya tarik wisata yang unik, yang pada gilirannya akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, memaparkan latar belakang diadakannya festival ini. Menurutnya, festival tersebut merupakan terobosan strategis untuk mencegah jatuhnya harga mangga saat memasuki musim panen raya, dengan cara memfasilitasi transaksi jual-beli langsung di lokasi acara.
“Pada Tahun 2022, dalam waktu dua hari, transaksi mencapai Rp 1,5 miliar. Kami berharap pada tahun 2025 ini, capaian tersebut dapat terlampaui,” ungkap Imam optimistis.

Festival Mangga secara simbolis diawali dengan “Kirab Pengantin Mangga” dan penampilan seni budaya. Kirab ini diikuti oleh Bupati Anom Widiyantoro beserta istri, Wakil Bupati beserta istri, dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pemalang, yang berjalan dari Objek Wisata Benowo Park menuju lapangan desa.

Didampingi Forkopimda dan Kepala Desa Penggarit, Gubernur Jawa Tengah membuka festival secara resmi, yang ditandai dengan pemukulan kentongan. Setelah peresmian,
Gubernur menyaksikan prosesi penarikan kain penutup gunungan mangga istana, yang kemudian dibagikan kepada ribuan pengunjung yang hadir.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya lokasi acara yang menyajikan Kirab Budaya Pengantin Mangga, expo UMKM, Sendratari, serta beragam hiburan seperti musik dangdut jadul dan keroncong.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *