Liputan24Times — Pasar smartphone Asia Tenggara mengalami tekanan pada kuartal pertama 2026.
Firma riset Omdia mencatat total pengiriman ponsel turun 9 persen menjadi 21,6 juta unit dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di tengah penurunan pasar, Samsung justru tampil sebagai satu-satunya merek yang mencetak pertumbuhan positif.
Vendor asal Korea Selatan itu mengirimkan 4,6 juta unit smartphone dan menguasai sekitar 21 persen pasar Asia Tenggara.
Omdia menilai performa kuat Galaxy S26 Series dan penjualan stabil Galaxy A Series mendorong pertumbuhan Samsung di segmen flagship maupun kelas menengah.
Sementara itu, Oppo, Xiaomi, Transsion, dan Vivo sama-sama mengalami penurunan pengiriman perangkat sepanjang kuartal I 2026.
Meski volume pasar melemah, harga jual rata-rata smartphone di Asia Tenggara justru naik hingga 19 persen.
Omdia menyebut kenaikan harga komponen memori seperti DRAM dan NAND menjadi faktor utama yang mendorong harga ponsel semakin mahal.



















