Waspada “Juice Jacking”, Hacker Bisa Curi Data Saat Cas HP di Tempat Umum

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24Times – Kebiasaan mengisi daya ponsel di fasilitas umum ternyata menyimpan risiko besar terhadap keamanan data pribadi.

Pengguna yang sembarangan mencolokkan kabel USB ke stasiun pengisian daya publik berpotensi menjadi korban peretasan melalui metode yang dikenal sebagai Juice Jacking dikutip dari The Guardian Kamis, (7/5/2026).

Example 300x600

Modus serangan ini memanfaatkan koneksi USB di tempat umum seperti bandara, stasiun, hotel, pusat perbelanjaan, hingga ruang tunggu publik.

Alih-alih hanya mengalirkan listrik, port USB yang sudah dimodifikasi dapat mengirim malware ke perangkat pengguna dan membuka akses terhadap data pribadi.

Istilah Juice Jacking pertama kali muncul dalam konferensi hacker DEFCON pada 2011. Saat itu, peserta konferensi mencoba stasiun pengisian daya gratis yang ternyata menampilkan peringatan soal bahaya pencurian data melalui koneksi USB.

Dalam praktiknya, pelaku dapat menanam malware langsung ke port USB atau menyusupkannya melalui kabel charger yang telah dimodifikasi.

Ketika pengguna menghubungkan perangkat dan mengizinkan transfer data, malware langsung bekerja untuk mengambil alih sistem.

Hacker kemudian bisa mengakses file pribadi, mencuri data sensitif, hingga memantau aktivitas perangkat tanpa disadari korban.

Karena bentuk fisik port dan kabel terlihat normal, banyak pengguna sulit membedakan mana perangkat yang aman dan mana yang sudah terinfeksi.

Selain itu, koneksi USB memang tidak hanya berfungsi untuk mengisi daya, tetapi juga mendukung pertukaran data. Celah inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksi peretasan secara diam-diam.

Para ahli keamanan siber pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengecas perangkat di area publik.

Pengguna sebaiknya memprioritaskan penggunaan adaptor langsung ke stopkontak dibandingkan memakai port USB umum.

Di samping itu, pengguna juga dianjurkan membawa kabel sendiri dan memakai kabel khusus pengisian daya yang tidak mendukung transfer data. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko malware masuk ke perangkat.

Jika ponsel menampilkan pilihan seperti “Charge Only” atau “Transfer Data” saat tersambung ke USB publik, pengguna sebaiknya langsung memilih opsi “Charge Only” agar perangkat tidak membuka jalur pertukaran data.

Dengan meningkatnya ancaman siber di ruang publik, pengguna perlu lebih waspada terhadap fasilitas pengisian daya gratis yang tampak aman, tetapi sebenarnya bisa menjadi pintu masuk bagi pencurian data pribadi.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *