PEMALANG, Liputan24tims– Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Randudongkal, Kabupaten Pemalang, kini menemui jalan buntu. Ambisi besar untuk memajukan ekonomi desa tersebut harus berhadapan dengan kendala klasik.
Kepala Desa Randudongkal, Troy Suharto, mengungkapkan bahwa fasilitas gudang sangat krusial bagi operasional koperasi. Tanpa gudang, distribusi barang modal dan penyimpanan komoditas milik anggota tidak dapat berjalan maksimal.
Menurut Troy, sulitnya mencari lokasi pembangunan murni disebabkan oleh terbatasnya aset lahan milik desa. Hampir seluruh area di wilayah administratif Desa Randudongkal telah teralokasi untuk pemukiman dan fungsi publik lainnya.
“Hampir seluruh wilayah di Desa Randudongkal sudah teralokasi. Lahan kosong yang strategis dan memenuhi kriteria teknis untuk gudang memang sudah tidak ada lagi di wilayah desa kami,” jelas Troy saat memberikan keterangan resmi.
Menyikapi krisis lahan ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Randudongkal mulai menempuh langkah diplomasi. Troy mengaku tengah membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemda) Pemalang.
Fokus utamanya adalah pemanfaatan aset daerah. Pemdes berharap Pemda Pemalang bersedia mengizinkan penggunaan aset tanah milik kabupaten yang berada di wilayah Randudongkal untuk dikerjasamakan sebagai lokasi gedung Kopdes Merah Putih.
Misi utama dari kolaborasi ini antara lain:
- Optimalisasi Aset: Memanfaatkan tanah daerah yang kurang produktif menjadi pusat ekonomi.
- Sinergi Kelembagaan: Menciptakan kolaborasi konkret antara pemerintah tingkat kabupaten dan desa.
- Efisiensi Logistik: Memastikan koperasi memiliki pusat distribusi mandiri agar biaya operasional warga lebih murah.
Meski saat ini status ketersediaan lahan masih nihil, Troy menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. Pemdes terus melakukan pemetaan ulang dan mencari solusi kreatif agar program koperasi tidak jalan di tempat.
”Kami berharap ada perhatian dan jalan keluar bersama. Koperasi ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga. Kami butuh dukungan semua pihak agar kendala infrastruktur ini segera teratasi,” pungkasnya.



















