Viral WNA Resmi Jadi WNI, Kisah Perjalanan 2 Tahun Tuai Pro dan Kontra

  • Bagikan
banner 468x60

Liputan24times — Seorang pengguna Instagram dengan akun @mariya_karyadi mendadak jadi sorotan publik usai mengumumkan dirinya resmi menyandang status warga negara Indonesia (WNI).

Kabar tersebut dibagikan langsung melalui akun pribadinya, lengkap dengan cerita perjalanan panjang yang harus ia lalui hingga akhirnya diterima sebagai WNI. Ia mengungkapkan, proses tersebut memakan waktu hingga dua tahun dan tidak berjalan mudah.

Example 300x600

Dikutip dari Instagram pribadinya Kamis, (23/4/2026), perempuan bernama Maria Goriakin itu mengaku sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk hal-hal yang menurutnya tidak adil selama proses administrasi berlangsung. Meski begitu, ia menegaskan seluruh tahapan dijalani secara resmi sesuai hukum yang berlaku.

Tak hanya kendala administratif, ia juga mengaku mengalami tekanan mental selama proses tersebut. Di tengah kondisi itu, ia menemukan yoga sebagai cara untuk memulihkan diri dan menjaga keseimbangan emosional.

Baginya, keputusan menjadi WNI bukan sekadar urusan dokumen, melainkan pilihan hidup yang telah dipertimbangkan secara matang.

Unggahan tersebut langsung memicu beragam respons dari warganet. Sebagian memberikan dukungan dan ucapan selamat, namun tak sedikit pula yang menanggapi dengan nada sinis hingga mempertanyakan keputusannya.

Sejumlah komentar bernada skeptis menyinggung kondisi dalam negeri, mulai dari isu pajak hingga kritik terhadap tata kelola pemerintahan. Ada pula yang heran dengan pilihannya, mengingat tidak sedikit warga Indonesia yang justru ingin menetap di luar negeri.

Di sisi lain, dukungan positif juga mengalir. Beberapa netizen menyampaikan apresiasi dan menyambut keputusannya sebagai bagian dari semangat untuk bersama-sama membangun Indonesia.

Fenomena ini juga memunculkan diskusi menarik di kalangan warganet terkait perbedaan perspektif antara warga negara asing dan warga Indonesia.

Sebagian menilai, Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi WNA, seperti biaya hidup yang relatif terjangkau, kekayaan alam, iklim tropis, budaya yang ramah, hingga peluang usaha yang terbuka.

Sebaliknya, keinginan sebagian WNI untuk pindah ke luar negeri kerap didorong oleh faktor seperti tingkat pendapatan, kualitas layanan publik, sistem yang lebih tertata, serta peluang karier yang dianggap lebih menjanjikan.

Perbedaan sudut pandang ini dinilai sebagai hal yang wajar, karena setiap individu cenderung melihat kelebihan di tempat lain dan merasakan kekurangan di lingkungan sendiri.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *