banner 728x250

Lebih dari Satu Dekade, Janji Palsu Jalan Berbatu, Planjan Pemalang Renggut Korban

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG Liputan24times– Potret kegagalan pembangunan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade kembali memakan korban di Dukuh Planjan, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Seorang pengendara motor dilaporkan terjatuh pada Jumat (17/10/2025) pagi, usai kehilangan kendali di jalur yang telah lama hancur dan menyerupai sungai bebatuan.

Insiden ini sekali lagi menyoroti kondisi Jalan Planjan yang memprihatinkan. Jalan utama yang seharusnya menjadi urat nadi bagi sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di dukuh tersebut kini tampak layaknya medan ekstrem. Permukaannya dipenuhi batu besar, lubang dalam, dan sangat tidak rata, menjadikannya jalur yang sangat rawan kecelakaan.
“Kalau musim hujan, jalan ini sangat licin dan membahayakan. Sudah tak terhitung warga yang jatuh. Kami sudah sering melapor, namun tidak pernah ada tindak lanjut yang nyata,” ujar seorang warga setempat, menyampaikan kekecewaan yang telah terpendam lama.

Example 300x600

Terlena Janji Politik Sejak 2012
Bagi warga Planjan, kerusakan jalan ini adalah monumen bisu atas janji-janji pembangunan yang tak kunjung terealisasi, bahkan sejak tahun 2012. Kekecewaan memuncak ketika mereka menyinggung janji dari anggota dewan, (LD) dari Fraksi PDI Perjuangan.

Anggota dewan tersebut dilaporkan pernah menjanjikan perbaikan melalui dana aspirasi. Namun, hingga kini, janji itu hanya tinggal wacana. “Masa jabatan beliau sudah berakhir dan sekarang menjabat periode kedua, tapi tidak ada satu pun realisasi di lapangan,” ungkap warga lainnya dengan nada getir.

Setelah 13 tahun lebih terisolasi, akses menuju Planjan menjadi sangat sulit. Kendaraan roda empat nyaris mustahil melintas, memaksa warga harus rela berjalan kaki menempuh jalanan curam dan berbatu demi mencapai dunia luar.
Hambat Ekonomi, Jatuhkan Harga Jual Hasil Bumi

Dampak kerusakan jalan ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian Planjan yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Hasil panen yang seharusnya menjadi sumber penghidupan sulit diangkut keluar dukuh.

Kendaraan pengangkut sering kali terjebak atau mengalami kerusakan parah di tengah jalan. Kondisi ini berujung pada keterlambatan distribusi dan, yang paling merugikan, jatuhnya harga jual hasil bumi petani.
“Kami sudah lelah berharap, tapi kami memohon pemerintah sekarang mau melihat kondisi kami. Kami tidak minta jalan tol, asal bisa dilalui tanpa harus jatuh saja sudah sangat kami syukuri,” kata warga menambahkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan atau langkah konkret dari pemerintah desa maupun dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pemalang terkait penanganan jalan Planjan. Warga kini hanya bisa menaruh harapan bahwa suara mereka tidak lagi diabaikan, dan janji pembangunan yang telah tertunda lebih dari satu dekade akan segera diwujudkan.
“Kalau bukan sekarang diperbaiki, kapan lagi? Jalan ini sudah menjadi saksi bisu janji yang tak pernah ditepati,” tutupnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *